Senin, 17 Agustus 2009

Selasa, 18/08/2009 11:09 WIB
KPU Jadwalkan Pelantikan SBY-Boediono 20 Oktober 2009
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
-->Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan SBY-Boediono sebagai capres-cawapres pemenang Pilpres 2009. Berikutnya KPU menjadwalkan pelantikan pasangan SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014 pada 20 Oktober mendatang."Hari ini KPU melakukan rapat pleno terbuka dalam rangka menetapkan pasangan capres-cawapres SBY-Boediono sebagai pasangan terpilih yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden lima tahun mendatang. Kemudian KPU akan melakukan pelantikan sesuai jadwal 20 Oktober 2009," ujar Anggota KPU, Andi Nurpati.Hal ini disampaikan Andi seusai penetapan pasangan pemenang Pilpres 2009, di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2009).Dengan penetapan capres terpilih itu, berarti pilpres hanya berlangsung satu putaran. Andi pun menjelaskan kembali dasar hukum putusan KPU yang menetapkan pilpres satu putaran."Dasar hukumnya UU 42 Tahun 2008 bahwa pilpres hanya satu putaran. Sesuai dengan pasal 159 UU 42 Tahun 2009 bahwa pemenang pilpres adalah pasangan calon dengan suara total nasional lebih dari 50 persen dengan sebaran 20 lebih dari persen suara di minimal 17 provinsi. Dan yang memperoleh dan menjadi pemenang pilpres adalah SBY-Boediono, sehingga Pilpres 2009 hanya satu putaran," jelas Andi.Andi juga menjelaskan alasan kehadiran beberapa lembaga stakeholder KPU dalam melaksanakan pemilu 2009. "KPU harus menyerahkan berita acara kepada MPR, DPR, DPD, MA, MK, Presiden, pimpinan parpol pengusung, dan pasangan capres terpilih," pungkasnya.(van/yid)
Selasa, 18/08/2009 10:56 WIB
KPU Tetapkan SBY-Boediono Pemenang Pilpres, Tim Mega-Prabowo Absen
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
-->Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan capres terpilih yang merupakan pemenang Pilpres 2009. Namun demikian, penetapan KPU ini tidak dihadiri tim sukses Mega-Prabowo. Hal ini berbeda dengan tim JK-WIranto dan SBY-Boediono yang mengirim utusannya.Penetapan capres terpilih ini dilakukan di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2009).Pantauan detikcom, Ketua DPP Golkar, Burhanuddin Napitupulu hadir mewakili pasangan JK-Wiranto. Sementara wakil dari pasangan SBY-Boediono paling banyak datang. Diantara mereka adalah Sekjen PAN Zulkifli Hasan, Sekjen PD Marzuki Alie, Sekjen PKB Lukman Edy dan Sekjen PPP Irgan Chaerul Mahfiz.Hadir pula dalam acara penetapan capres terpilih ini Ketua MK Mahfud MD, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini, KPU Provinsi, Bawaslu, Perwakilan MA, DPD, dan DPR.(van/yid)
Selasa, 18/08/2009 10:54 WIB
KPU Tetapkan SBY-Boediono Jadi Presiden-Wapres Diiringi Alhamdulillah
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
-->Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono sebagai pasangan pemenang pilpres. Kedua pasangan ini pun kini sah menjadi pemenang dan tinggal menunggu pelantikan."Pada hari ini mari kita bersama-sama menetapkan pasangan SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden dengan ucapan Alhamdulillah," kata Ketua KPK Abdul Hafidz Anshary di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Keputusan penetapan ini dilakukan dalam penandatanganan berita acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan KPU Nomor 373/KPTS/KPU/2009 tentang penetapan pasangan presiden dan wakil presiden pemilu 2009, oleh Sekjen KPU Bambang Suripto.Turut hadir dalam acara ini Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua MK Mahfud MD, Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini, perwakilan parpol antara lain Ketua Bapilu Golkar Burhanudin Napitupulu, Sekjen PAN Zulkifli Hasan, dan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie.Sayangnya acara tidak dihadiri oleh kontestan pilpres. Namun menurut KPU hal ini, pasangan capres-cawapres memang sengaja tidak diundang."Dalam UU memang tidak ada aturan yang mengundang pasangan calon. Hari ini pun kita tidak mengundang pasangan calon siapa pun termasuk yang terpilih ini," jelas anggota KPU Andi Nurpati.(ndr/nrl)
Selasa, 18/08/2009 07:14 WIB
KPU Tetapkan Presiden dan Wapres Terpilih Hari iniRamadhian Fadillah - detikNews
-->Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rapat pleno terbuka untuk menetapkan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih hari ini. Rencananya penetapan akan dilakukan pukul 10.00 WIB di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat."Hari ini rapat pleno untuk penetapan presiden dan wakil presiden terpilih," ujar Anggota KPU Andi Nurpati kepada detikcom, Selasa (18/8/2009).Namun Andi menjelaskan KPU tidak mengundang ketiga pasang capres-cawapres dalam acara penetapan hari ini. "Tidak kita undang, kita hanya mengundang lembaga negara," jelasnya. Dalam rapat pleno terbuka ini, KPU mengundang Bawaslu, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, DPR, MPR, dan DPD untuk menghadiri acara penetapan tersebut, sekaligus untuk memberikan berita acara hasil Pemilu. Sebelumnya Mahkamah Konstitusi telah menolak permohonan kubu JK-Wiranto dan Mega-Prabowo yang menggugat pilpres 2009. Dalam pilpres 2009, pasangan SBY-Boediono unggul dengan perolehan 73.874.562 suara atau 60,80 persen. Di posisi kedua, pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto yang memperoleh 32.548.105 suara atau 26,79 persen. Dan di posisi ketiga yakni pasangan Jusuf Kalla-Wiranto yang meraih 15.081.814 suara atau 12,41 persen. (rdf/rdf)
Selasa, 18/08/2009 08:04 WIB
Prabowo Sikapi Penetapan KPU Pukul 15.30 WIBRamadhian Fadillah - detikNews
-->Jakarta - Komisi Pemilihan Umum akan menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto pun akan memberikan pernyataan sikap terkait penetapan KPU tersebut."Prabowo Subianto akan memberikan pernyataan sikap secara resmi terkait penetapan presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU dalam jumpa pers nanti sore," ujar Ketua DPP Gerindra Bidang Humas dan Media Massa, Asrian Mirza kepada detikcom, Selasa (18/8/2009).Jumpa pers tersebut akan digelar pukul 15.30 WIB di Kantor DPP Gerindra, Jl Brawijaya IX no 1, Jakarta Selatan.Menurut Asrian, sebelumnya seluruh jajaran pengurus DPP, Dewan Penasihat dan Dewan Pembina Partai Gerindra akan melakukan rapat internal terlebih dahulu sejak siang hari. Baru diakhiri dengan jumpa pers pada sore harinya."Akan ada juga paparan dari tim hukum kami, mengapa gugatan kita ke MK ditolak," pungkas Asrian.(rdf/nrl)
Selasa, 18/08/2009 09:49 WIB
SBY-Boediono Pidato, Seluruh Pimpinan Parpol Pendukung DiundangLuhur Hertanto - detikNews
-->Jakarta - SBY-Boediono akan menyampaikan pidato setelah ditetapkan sebagai presiden dan wapres terpilih periode 2009-2014 oleh KPU. "Penyampaian pidato akan diikuti oleh seluruh pimpinan parpol peserta koalisi pendukung," kata Ketua DPP PD Andi Mallarangeng pada detikcom, Selasa (18/8/2009).Menurut jadwal, penyampaian pidato akan berlangsung pukul 20.00 WIB. Lokasinya adalah di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat.Terkait diundangnya seluruh pimpinan parpol peserta koalisi pendukung, otomatis Ketum DPP PAN Soetrisno Bachir (SB) termasuk satu di antaranya. Bila undangan itu dipenuhinya malam ini adalah kali pertama pertemuan SB dengan SBY sejak masa kampanye Pilpres 2009.Di dalam berbagai kesempatan terkait dengan rangkaian dukungan PAN terhadap pasangan SBY-Boediono, SB tidak pernah hadir. Mulai dari sesi deklarasi pasangan itu pada 15 Mei lalu di Bandung, hingga sepanjang putaran kampanye, dari unsur DPP PAN diwakili oleh Zulkifli Hasan, sekjen-nya.Penetapan presiden dan wapres terpilih dilakukan di gedung KPU pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini tidak mengundang para peserta pilpres, hanya diikuti oleh instansi terkait saja, seperti parpol dan lembaga-lembaga negara.(lh/nrl)
Selasa, 18/08/2009 10:16 WIB
SBY Hadiri Peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPRLaurencius Simanjuntak - detikNews
Setpres
Foto Terkait
SBY Pidato Sambut HUT RI -->Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan kembali mengunjungi Gedung MPR/DPR. Kali ini Presiden akan menghadiri acara peringatan Hari Konstitusi yang jatuh tepat hari ini, 18 Agustus.Acara akan digelar di Gedung Nusantara IV dan V, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2009). Presiden akan datang pukul 12.00 WIB.Acara ini merupakan agenda rutin MPR yang digelar tiap tahun. Acara terdiri dari Seminar Nasional, Silaturahim, dan Grand Final Cerdas Cermat UUD 1945.Pada tahun 2008 lalu, SBY memberi kata sambutan dalam acara Grand Final Cerdas Cermat UUD 1945. Ia pun sempat membacakan beberapa pertanyaan bagi peserta.Ini merupakan kedatangan SBY ketiga di gedung wakil rakyat dalam bulan ini. Sebelumnya, SBY hadir pada 3 Agustus dan 14 Agustus. SBY dijadwalkan hadir lagi di Senayan untuk berpidato dalam sidang DPD pada 19 Agustus.(lrn/nrl)
Selasa, 18/08/2009 10:35 WIB
Buru Noordin M TopPolres Bekasi Akan Periksa Orang BercadarNala Edwin - detikNews
Video Terkait
Menko Polkam dan Kapolri ke Kuningan
Foto Terkait
Ritz Carlton Meledak -->Jakarta - Pengejaran terhadap Noordin M Top terus dilakukan. Polres Bekasi melakukan upaya persuasif terhadap pemakai cadar di wilayah tersebut. Hal ini terkait adanya indikasi Noordin menyamar dengan memakai cadar."Indikasi dia menyamar memang ada," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Mas Guntur Laope kepada detikcom, Selasa (18/8/2009).Guntur menjelaskan, petugas yang akan melakukan pemeriksaan adalah polisi wanita (Polwan). Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan identitas diri seperti KTP atau surat-surat lainnya."Menurut UU kita punya hak untuk melakukan pemeriksaan seperti itu," katanya.Guntur menjelaskan di Bekasi tidak ada komunitas wanita yang menggunakan cadar. "Di Bekasi komunitas seperti itu tidak ada. Nanti kalau kita temukan ada yang bercadar lewat ya kita periksa," katanya.(nal/iy)
Selasa, 18/08/2009 10:39 WIB
Pasca PemiluSBY Minta Tak Ada Lagi Persaingan Antar CapresAnwar Khumaini - detikNews
-->Jakarta - Pilpres 2009 selesai sudah. Kompetisi antarcapres diharapkan juga selesai seiring acara hajatan 5 tahunan tersebut. Para capres yang kalah atau menang sudah tidak saatnya lagi saling berhadap-hadapan."Kalau pemilu sudah selesai, saatnya kita tidak berhadap-hadapan dan berjarak satu sama lain," ujar Presiden SBY di hadapan ribuan warga Indonesia berprestasi di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Selama beberapa bulan lalu, Indonesia dipenuhi oleh warna-warna partai politik. Namun untuk Agustus ini hingga ke depan, hanya bendera merah putih saja yang dikibarkan."Persatuan harus kita rajut kembali setelah setahun kita menjalankan pemilu dengan warna warni bendera yang ada," lanjutnya.SBY juga memaparkan, selama ini Indonesia dihadapkan dengan berbagai krisis, mulai dari krisis minyak, pangan, hingga bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Ia meminta kepada seluruh hadirin, untuk tidak gentar menghadapi berbagai cobaan dan ancaman serta terus membangun demi kemajuan bangsa.Di akhir pidatonya, SBY mengatakan, pada tanggal 19 Agustus 2009 akan memberikan pidato kenegaraan di depan anggota DPD. Di sana, SBY akan kembali menjelaskan komitmen untuk membangun daerah sehingga ke depan semua daerah akan mengalami kemajuan tanpa ada diskriminasi pembangunan. "Intinya, sumber daya alam yang ada di Indonesia, diharapkan tidak hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat. Namun didistribusikan ke seluruh rakyat," paparnya. (mad/iy)
Selasa, 18/08/2009 10:41 WIB
Depkum HAM Kaji Treatment Khusus untuk Napi TerorismeHery Winarno - detikNews
Video Terkait
Jenazah Nana Dibawa ke Pandeglang
Foto Terkait
SJ Seleksi 'Pengantin' Lewat Outbond -->Jakarta - Jajaran Depkum HAM merapatkan barisan mengatasi narapidana terorisme. Treatment-treatment khusus untuk menangkal radikalisme terorisme tengah digodok."Sedang melakukan kajian untuk membuat treatment dan SOP-nya sedang dibuat. Nanti, tanyakan kepada Dirjen yang bersangkutan," kata Menkum HAM Andi Mattalatta usai membuka acara "Penyuluhan Keimigrasian Terpusat" di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2009).Mattalatta menjelaskan, Depkum HAM telah memberikan treatment yang berbeda antara narapidana terorisme dengan napi lainnya. Misalnya, napi terorisme tidak boleh dapat remisi sebelum menjalani sepertiga dari masa penahanannya.Selain itu, kata dia, napi terorisme juga tidak berhak mendapatkan asimilasi."Untuk yang maximum security, kita berikan isolasi. Tetapi, kalau hanya ditahan 2-3 tahun tidak ada, hanya yang tadi," kata Mattalatta.Dirjen Lapas Untung Sugiono menambahkan treatment khusus untuk menangkal radikalisme terorisme sedang dibahas."Memang ada pembicaraan mengenai tretment. Saat ini kita sedang dalam tahap pembahasan yang melibatkan dari psikolog UI, Depag untuk masalah agamanya, dan dari pihak Desk Teroris Politik dan Keamanan," kata dia.Menurut dia, saat ini pembahasan masih terus berlangsung. "Mungkin 2 atau 3 bulan ke depan SOP untuk narapidana terorisme sudah selesai dan bisa diseminarkan. Hal ini semata-mata untuk menangkal radikalisasi para narapidana terorisme," papar dia.(aan/nrl)
Selasa, 18/08/2009 10:46 WIB
Pihak Kelantan Tak Tahu Video Syur ManoharaNiken Widya Yunita - detikNews
ebi/detikcom
-->Jakarta - Teman dekat Tengku Muhammad Fakhry, Mohammad Ichsan Aburaerah, mengaku tidak tahu-menahu adanya video syur Manohara . Ichsan mengaku belum melihat video itu."Nggak ada video syurnya. Saya baru tahu itu," kata Ichsan kepada detikcom, Selasa (18/8/2009).Menurut Ichsan, Fakhry dan keluarganya tidak tahu juga adanya video yang menampilkan sosok wanita berkulit putih yang bertuliskan Manohara itu. Karena itu, keluarga Kelantan membantah dianggap pembuat/penyebar video itu."Wah nggak mungkin. Pihak Kelantan tahu apa tentang video itu? Kalau tahu jauh-jauh hari sudah bilang," papar dia.Sebelumnya Manohara percaya bahwa Kerajaan Kelantan-lah yang merupakan dalang dari peredaran video tersebut. Menurutnya itu adalah usaha dari Tengku Fakhry untuk memperburuk citra Mano serta mengalihkan kasusnya.(nik/nrl)
Selasa, 18/08/2009 10:51 WI
BKPU Tetapkan Anggota DPR Terpilih 21 Agustus Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
-->Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda penetapan anggota DPR terpilih yang semestinya dilakukan Selasa (18/8/2009) ini hingga 21 Agustus 2009. Penetapan dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan. "Tanggal 21 (Agustus) kalau putusan MK sudah ada, sekaligus bisa kita tetapkan di situ. Tetapi kalau belum ada, kita tetapkan berikutnya," kata anggota KPU Andi Nurpati keapda wartawan sebelum rapat pleno penetapan capres/cawapres di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2009).Mestinya penetapan caleg terpilih dilaksanakan bersamaan dengan penetapan capres/cawapres terpilih Selasa ini. Selain karena menunggu putusan MK, penundaan juga dilakukan karena banyak daerah yang masih melakukan penghitungan ulang."Ya, kalau bisa selesai pada hari itu. Karena masih ada penghitungan ulang di Lampung kemudian juga pemungutan suara ulang di beberapa daerah," jelasnya.Andi menerangkan, sebagian daerah telah selesai melakukan penghitungan ulang seperti Kabupaten Nias Selatan. KPU berharap MK bisa memutus dengan tepat waktu."Kita berharap nanti MK bisa menetapkan final mengenai penghitungan ulang di beberapa daerah. Seperti yang di Nias Selatan sudah kita serahkan hasilnya ke MK. Tetapi harus diputuskan oleh MK baru bisa kita gunakan," imbuhnya. Dalam penetapan anggota DPR terpilih nanti, KPU akan mengundang pihak-pihak terkait untuk menyaksikan. "Sesuai dengan hasil pleno KPU beberapa waktu lalu kita hanya akan mengundang Bawaslu dan MK saja," jelasnya.(ape/iy)
Selasa, 18/08/2009 05:22 WIBSBY-Boediono Diminta Bangkitkan Rasa Nasionalisme RakyatM. Rizal Maslan - detikNews

-->Jakarta - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono diminta untuk bisamembangkitkan rasa nasionalisme kepada rakyat Indonesia. Di ataranya melalui gerakan ekonomi kerakyatan dan pertanian."Ada lima kesepakatan yang kita rekomendasikan kepada pemerintahan SBY-Boediono setelah melakukan Rapimnas LIRA pertama," kata Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jusuf Rizal dalam rilisnya di Jakarta, Senin (17/8/2009).Kelima rekomendasi itu, menurut Jusuf, pertama meminta pemerintah dan stacholder membangkitkan rasa nasionalisme kepda seluruh rakyat Indonesia melalui kelanjutan pendidikan nasional dan pesantren. Kedua, SBY-Boediono diharapkan kembali mengangkat gerakan ekonomi kerakyatan dan pertanian.Ketiga, LIRA akan mengajukna judicial review terhadap UU No 32/2000 tentangOtonomi Daerah. "Otda telah kebablasan dan cenderung tidak berpihak kepadarakyat, namun mengutamakan kepentingan pejabat daerah. Banyak aset daerah yang telah dijual dan tidak jelas peruntukannya," ujarnya.Keempat, lanjut Jusuf, Presiden harus melakukan reformasi di tubuh pemerintahannya agar terciptanya pemerintahan yang bersih dan baik. Kelima,Presiden SBY sebaiknya melakukan kolaborasi tua-muda dalam kabinetnya."Ini dilakukan supaya ada kaderisasi dan regenerasi sebagai persiapan padasusksesi peralihan kepemimpinan pada 2014," jelasnya.Jusuf juga menerangkan, dalam Rapimnas pihaknya telah menganugerahi 'LIRA Award' kepada sejumlah tokoh yang dinilai kritis. Di antaranya, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie dan Menkes Siti Fadilah Supari.Tokoh lainna, yaitu Guruh Soekarnoputra, Eurico Guteres, Direktur Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana, Bam Slank, Wakil Ketua DPD Moriyati Sudibyo, Iwan Fals, Sumijan, almarhum Sofan Sofyan dan almarhum WS Rendra.(zal/rdf)
Selasa, 18/08/2009 06:15 WIB
Dicurigai Teroris12 Pengikut Jamaah Tabligh Diciduk PolisiArbi Anugrah - detikNews
-->Banyumas - 12 Orang warga Sulawesi pengikut Jamaah Tabligh diciduk polisi di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah. Ketika diamankan, 12 orang tersebut sedang berada di Masjid Nurul Huda, Desa Sida Kangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.Hamid, salah seorang warga yang ikut diciduk menjelaskan, 12 orang tersebut adalah warga Sulawesi yang tengah melakukan dakwah dari masjid ke masjid. Sebagaimana kebiasaan pengikut Jamaah Tabligh, mereka tidur dan dakwah di masjid. Mereka telah berada di Masjid Nurul Huda lebih dari 2 minggu.Karena dicurigai terkait jaringan teroris maka warga sekitar melapor pada polisi yang akhirnya menjemput 12 warga Sulawesi tersebut untuk diperiksa di Polsek Kalimanah.3 Dari 12 warga Sulawesi tersebut tidak mempunyai identitas. Hingga kini para anggota Jamaah Tabligh tersebut telah dibawa ke Polres Purbalingga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (rdf/rdf)
Selasa, 18/08/2009 05:06 WIBHUT ke 64 RI di BerlinMereka Yang Tak KembaliFitraya Ramadhanny - detikNews

-->Berlin - Karena kehilangan status WNI, ada orang-orang yang hanya bisa merayakan HUT RI dari luar negeri. Mereka adalah mantan mahasiswa yang dikirim ke Moskow menjelang peristiwa 1965. Namun kecintaan mereka terhadap tanah air tidak pernah luntur.Pada periode 1960-1965, pemerintah Orde Lama mengirim ratusan pemuda cemerlang Indonesia untuk belajar di Moskow, Uni Soviet. Ketika meletus peristiwa G30S pada 1965, mereka pun tercerai berai. Sebagian pulang, sementara mereka yang bertahan terstigmatisasi PKI, bahkan kehilangan status WNI karena paspor mereka dicabut oleh rezim Orde Baru dan tidak bisa pulang ke tanah air.Seperti dikisahkan Tulus (69) kepada detikcom, di sela-sela perayaan HUT ke 64 RI di Wisma Indonesia, Berlin, Senin (17/8/2009). Impian Tulus saat muda hanya menuntut ilmu, tanpa mengerti kondisi politik saat itu yang memanas antara PKI dan TNI."Tapi saya ngga ngerti begituan, niat saya hanya ingin kuliah. Setelah itu pulang, ikut membangun tanah air," ujarnya.Di Moskow, Tulus kuliah ekonomi, namun peristiwa G30S mengubah drastis semua mimpinya. Sebagian mahasiswa bergegas pulang. Tapi, Tulus dan banyak rekannya bertahan untuk menyelesaikan studi. Tulus menjadi sarjana pada 1967, namun dia sudah tidak mungkin kembali ke tanah air."Kita semua waktu itu kena cap (terlibat PKI-red). Paspor sudah dicabut, tapi untungnya di Moskow kita masih dianggap orang Indonesia," ujar pria asli Solo ini.Dengan kondisi stateless (tanpa kewarganegaraan), Tulus pun terpaksa melanjutkan hidupnya dengan mencari pekerjaan di Moskow hingga 1977. Pada tahun itu, Tulus memutuskan hijrah ke Jerman Barat, tepatnya di Berlin Barat. Berlin Barat saat itu masih dalam penguasaan AS dan sekutunya di masa perang dingin."Kenapa Berlin Barat, karena statusnya yang khusus pada saat itu. Mereka menerima orang-orang tanpa status warga negara yang jelas seperti saya ini," paparnya.Di Berlin Barat, Tulus akhirnya menikah dan berkeluarga. Tulus pun menjadi WN Jerman pada 1985. Menurutnya, itu adalah pilihan paling berat untuk melepaskan identitas Indonesia. Namun Tulus memerlukan status hukum yang jelas untuk keluarganya. Sementara KBRI dan Konsulat RI saat itu hanya melanjutkan kebijakan Soeharto yang menganggap Tulus dkk sebagai orang buangan."Saya memutuskan itu lama sekali. Saya masih cinta Indonesia. Di rumah, saya selalu menjaga kultur Indonesia, masakan Indonesia, musik keroncong ada semua," kata Tulus.Angin perubahan mulai bertiup saat Reformasi 1998 bergulir. Lambat laun, pemerintahan baru semakin merangkul orang-orang semacam Tulus dan ada hubungan yang baik antara perwakilan RI di luar negeri dengan mereka. Sejak KBRI pindah dari Bonn ke Berlin pada 1999, Tulus pun kembali bisa merayakan HUT RI bersama-sama."Saya tahun lalu juara Karaoke, anak saya ikut lomba sepak bola," ujarnya bangga.Tulus menyambut baik kebijakan pemerintah yang membuka kesempatan untuk kembali menjadi WNI melalui UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan RI. Namun bagi Tulus, hal itu sudah tidak penting lagi.Dengan perjalanan panjang hidupnya, Tulus meyakini bahwa rasa kebangsaan tidak diukur dengan status WNI. Meski jauh di Jerman, Tulus tetap bisa menyalurkan kecintaannya terhadap budaya nasional dengan aktif dalam setiap pementasan Gamelan Jawa di Berlin."Tanpa status WNI pun, jangan dianggap kita tidak punya nasionalisme dan rasa kebangsaan. Sampai mati pun saya cinta Indonesia," pungkasnya. Saat bendera Merah Putih dikibarkan, Tulus pun khidmat memberi hormat.(fay/rdf)
Sent from Indosat BlackBerry powered by
-->
Selasa, 18/08/2009 00:16 WIBSeribu Umat Islam Tasyakur HUT RI di Palembang Taufik Wijaya - detikNews

-->Jakarta - Sekitar seribu Umat Islam melakukan tasyakur dalam rangka HUT RI Ke-64 dan milad Front Pembela Islam (FPI) yang Ke-11, pada Senin malam (17/08/2009) pukul 19.30 WIB di masjid Agung, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Acara Tasyakur ini dihadiri langsung oleh ketua FPI Pusat yaitu Habib Rizieq dan Munamar SH, serta pejabat Pemerintah Daerah Sumsel .Habib Mahdi Muhammad Syahab, Sekretaris FPI Sumsel, mengatakan acara peringatan Proklamasi serta Milad FPI, bukan membahas soal Teroris. Namun FPI sendiri jelas mengutuk siapa pun yang melakukan aksi teror."Yang jelas FPI akan mengutuk siapa pun teroris itu," katanya.Sementara Habib Rizieq, saat ceramah, mengatakan 64 tahun Indonesia merdeka telah banyak membawa perubahan positif. Tetapi begitu juga sebaliknya, justru banyak juga yang membawa perubahan negatif dalam cara berpikir."Inilah yang harus kita ubah, misalnya pemikiran yang harus dikaji dan dicermati karena ada fakta sejarah yang mempropagandakan ayat-ayat Alqur'an, di mana ayat yang mulia, ayat yang begitu indah dianggap sebagai dalil oleh kaum awam, akademisi, politisi, serta kaum intlektual yang salah gunakan dalil-dalil Alqur'an." ungkapnya.Acara ini tidak dihadiri Gubernur Sumsel Alex Noerdin, karena ada kegiatan di kediaman Alex di Griya Agung, Palembang. Alex diwakili Rusli Nawi, Kepala Kesbang Pemerintah Sumsel. (tw/rdf)
Selasa, 18/08/2009 00:36 WIBHUT ke-64 RI di BerlinPrestasi Cemerlang Untuk Tanah AirFitraya Ramadhanny - detikNews
Foto: Fitraya/detikcom

-->Berlin - HUT ke-64 RI dirayakan meriah di Berlin, Jerman. Sejumlah prestasi anak bangsa di Jerman menjadi kado dirgahayu tahun ini, mulai dari penemu planet sampai idola baru penyanyi muda.Peringatan HUT RI diadakan di Wisma Indonesia, kediaman resmi Dubes RI untuk Jerman, Rudeloffweg, Berlin, Senin (17/8/2009). WNI yang sebagian besar adalah mahasiswa dan juga sejumlah warga Berlin mengikuti pengibaran bendera dengan khidmat.Acara tahun ini begitu istimewa kerena sejumlah WNI menorehkan prestasi luar biasa di Jerman. Astronom Johny Setiawan, peneliti pada Max Planck Institute Heidelberg Jerman, memimpin timnya dalam penemuan Extrasolar Planet.Ada lagi dua atlet nasional, Fernando Lumain dan Serafi Anelies Unani yang bertanding dalam kejuaraan dunia atletik IAAF ke 12 di Berlin. Namun yang paling ditunggu adalah penampilan Shandy Sondoro, orang Asia pertama yang menjuarai New Wave International Contest of Young Pop Singers. Penyanyi idola baru di Jerman ini pun dielu-elukan penggemarnya."Kita punya atlit, penyanyi top, penemu planet. Ini luar biasa dan menunjukan kalau Indonesia itu mampu. Saya meminta semua warga Indonesia memberikan citra baik dengan berprestasi di bidang masing-masing," kata Dubes RI Eddy Pratomo kepada wartawan detikcom, Fitraya Ramadhanny, Senin(17/8/2009).Seperti juga di tanah air, acara 17-an tidaklah lengkap tanpa lomba yang seru dan menarik. Ada balap bakiak sampai joget balon. Semua bergembira menyambut hari kemerdekaan RI. (fay/rdf)
Selasa, 18/08/2009 01:39 WIBJamuan Makan Malam HUT ke-64 RISBY Perdengarkan Lagu TerbarunyaLuhur Hertanto - detikNews

-->Jakarta - Resepsi jamuan makan malam puncak peringatan HUT ke-64 RI di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, terasa lebih spesial. Pada kesempatan ini untuk pertama kalinya diperdengarkan lagu single terbaru karya SBY.Lagu baru tersebut berjudul "Jiwaku Terang Malam Itu" dan dibawakan oleh penyanyi muda yang sedang tenar, Vidi Aldiano. Sementara untuk aransement musik dikerjakan oleh musisi senior, Fariz RM.Meski baru diperdengarkan malam ini, Senin (17/8/2009), tapi lagu tersebut rupanya sudah berumur lebih dari 2 tahun. Syair 'Jiwaku Terang Malam Itu' ditulis oleh SBY pada April 2007 dalam perjalanan pulang ke Tanah Air usai mengikuti KTT APEC di Lima, Peru.Apakah ini berarti dalam waktu dekat SBY akan meluncurkan albumnya yang ke-3?"Ada beberapa lagi yang sudah dibuat sebenarnya, tapi belum dikumpulkan dalam bentuk CD," jawab Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng pada detikcom.Menurutnya ada penyanyi dan musisi lain terlibat dalam lagu-lagu baru SBY yang sudah selesai pembutannya. Dua di antaranya adalah Joy Tobingdan Koes Plus Junior."Ada dua lagu yang dinyanyikan oleh Koes Plus Junior," imbuh dia.Penasaran dengan lagu baru karya SBY? Berikut ini kutipan lagu yang mengisahkan rasa syukur terhadap keindahan alam Indonesia dan lahirnyagenerasi penerus yang kuat itu;Kala sang surya mulai tenggelamDi akhir senja di bukit ituKulihat lambaian nyiur di bukit ituIndah, indah berkilauTerang teduh jiwakuAda sinar di kalbuku(lh/rdf)
Selasa, 18/08/2009 02:05 WIBPendaki Indonesia Kibarkan Merah Putih di Atap EropaRamadhian Fadillah - detikNews

-->Jakarta - Para pendaki gunung Indonesia berhasil mencapai puncak Gunung Elbrus di Rusia. Mereka pun berhasil mengibarkan bendera merah putih tepat pada tanggal 17 Agustus 2009 di gunung tertinggi benua eropa ini.Tim Indonesia Indepedence Day Mahitala Unpar dan Eiger Bandung yang beranggotakan Budi Hartono Purnomo dan Sieling berhasil menggapai puncak Gunung Elbrus yang berada 5.642 meter dpl pada pukul 11.10 waktu setempat.Demikian keterangan yang diterima redaksi detikcom dari Budi Hartono Purtomo, Senin malam (17/8/2009)."Kami sudah kibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya," jelas Budi.Tim ini melakukan summit atack (pendakian ke puncak) pada pukul 03.00 waktu setempat. Perlu 8 jam untuk naik dan 4 jam untuk turun."Medan berat dan melelahkan. Suhu minus 20 derajat, tetapi matahari bersinar terik," ujar Budi menggambarkan situasi pendakian.Tim Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) yang beranggotakan Franky Kowaas pun berhasil mencapai puncak Elbrus pada pukul 11.00 waktu setempat. Tim FMI adalah tim pendaki Indonesia yang menjalankan misi pendakian ke tujuh puncak tertinggi dunia.(rdf/rdf)