Sabtu, 10 Oktober 2009

Obama Raih Nobel Perdamaian 2009

Anton Suhartono - Okezone
(Foto: CNN) OSLO - Presiden Amerika Serikat Barack Obama diumumkan sebagai pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Obama menerima penghargaan itu belum genap stahun usia jabatannya sebagai presiden.Juri menyebut presiden AS pertama berkulit hitam itu sebagai seseorang yang "luar biasa" dalam diplomasi di kancah internasional.Obama dinobatkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian atas "usaha luar biasanya untuk menguatkan diplomasi dan kerja sama internasional antarnegara dan penduduk dunia". Demikian diungkapkan Kepala Komite Nobel Norwegia Thorbjoern sebagaimana dikutip AFP, Jumat (9/10/2009). Obama menyingkirkan pesaing terdekatnya Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Komite melihat pentingnya visi Obama serta kerjanya dalam mewujudkan dunia tanpa nuklir."Obama adalah sosok yang memberi banyak orang harapan untuk masa depan dan ini sangat jarang sekali," ungkapnya dalam pernyataan. Pemenang Nobel Perdamaian tahun lalu adalah Presiden Finlandia Martti Ahtisaari.(jri)

Jumat, 25/09/2009 11:39 WIB Laporan dari Amerika Serikat Obama Sedikit Lebih Tinggi Dibanding SBY Budiono Darsono - detikNews Foto Terkait gb SBY Had

Jumat, 25/09/2009 11:39 WIB
Budiono Darsono - detikNews

Pittsburgh - Dua tokoh ini akhirnya bertemu, berjabat tangan, dan bahkan berfoto bersama. KTT G-20 di Pittsburgh, Pensylvinia, AS, yang kembali mempertemukan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden AS Barack Obama agak leluasa. Obama terlihat sedikit lebih tinggi dibanding SBY.
Bulan November 2008 lalu, dalam konferensi KTT G-20 juga, SBY batal bertemu presiden AS yang pernah hidup di Menteng Dalam, Jakarta Selatan itu. Padahal, rencana mempertemukan keduanya di Washington, DC sudah dilakukan kedua belah pihak. Namun, saat itu Obama yang baru terpilih sebagai presiden AS dan belum dilantik, tidak bisa bertemu SBY. Keduanya sama-sama sibuk, tak ada waktu yang cocok. SBY pun akhirnya menitipkan foto Obama kecil kepada Dubes RI untuk AS. Foto itu merupakan titipan dari teman-teman Obama sewaktu sekolah SDN 01 Menteng.
Akhirnya, SBY baru bisa melakukan komunikasi dengan Obama lewat telepon saat transit di Bandara Seattle AS saat perjalanan kembali ke Indonesia setelah melawat negara-negara Amerika Selatan, Senin (26/11/2008). Dalam percakapan singkat itu, SBY mengundang Obama datang ke Indonesia. Obama menyatakan bersedia, karena kangen dengan rambutan, bakso, dan nasi goreng.
Pertemuan pertama kali SBY dengan Obama baru terjadi di sela-sela KTT G-20 di London, Kamis, 1 dan 2 April 2009 lalu. SBY sempat bertemu Obama saat makam malam di Istana Buckingham dan saat working breakfast di Gedung Excel, London, tempat berlangsungnya KTT G-20.
Dalam dua pertemuan itu, SBY dan Obama sempat bertegur sama dan melakukan komunikasi intensif. Sayangnya, tidak ada kesempatan bagi keduanya untuk bertemu secara khusus. Apalagi foto berdua. Satu-satunya foto SBY berada di samping Obama yang muncul di media massa adalah hasil jepretan Juru Bicara Presiden SBY, Dino Patti Djalal. Tak ada fotografer dari Indonesia yang bisa mengabadikan pertemuan SBY-Obama.
Namun, dalam pertemuan di KTT G-20 Pittsburgh, SBY dan Obama memiliki kesempatan bertemu dan berkomunikasi lebih banyak. Maklum, kali ini Obama yang menjadi tuan rumah. Dia harus menyapa dan melayani para pemimpin negara G-20, termasuk Presiden SBY.
Saat acara makan malam di Phipps Conservatory, Kamis (24/9/2009) malam waktu setempat, SBY dan Obama bahkan bertemu cukup lama. Begitu juga Ibu Negara Ani Yudhoyono yang disambut dengan ramah oleh Ibu Negara AS, Michelle Obama.
Bahkan, SBY dan Ibu Ani sempat berfoto bersama Obama dan Michelle. SBY berjas hitam mengenakan dasi merah dan Obama berjas hitam berdasi biru. Sementara Ibu Ani mengenakan kebaya warna merah dan Michelle mengenakan gaun dan berkalung putih.
Baru kali ini, pertemuan SBY dan Obama lebih gampang didokumentasikan lewat foto. Jepret-jepret! Saat bersanding, oh... SBY yang termasuk berpostur tinggi di Indonesia, terlihat kalah tinggi dibanding Obama. (asy/nrl)

Kunjungan Obama ke RI Ditunda

Rabu, 07/10/2009 13:13 WIB
Kunjungan Obama ke RI Ditunda
Luhur Hertanto - detikNews

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama batal berkunjung ke Indonesia usai menghadiri KTT Asean di Singapura, November 2009 mendatang. Kunjungan Obama ditunda hingga 2010 tahun depan. Kenapa? Penundaan kunjungan tersebut disepakati saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Obama di sela-sela pertemuan KTT G-20 di AS akhir September lalu. Kedua pemimpin sepakat kunjungan ke Indonesia sangat penting untuk memproyeksikan hubungan bilateral antara RI- AS. Setelah membahas berbagai opsi, kedua pemimpin setuju waktu yang terbaik untuk melakukan kunjungan tersebut adalah tahun depan. Selanjutnya tanggal dan bulan akan ditetapkan bersama oleh kedua pihak.
Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal membantah penundaan kunjungan Obama terkait dengan masalah terorisme di Indonesia. "Oh tidak ada. Itu dengan adanya keberhasilan operasi-operasi yang kemarin dunia menilai komitmen Indonesia dalam memerangi terorisme makin menonjol," ujar Dino dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (7/10/2009).Dino meyakinkan kunjungan Obama hanya masalah waktu saja. Semula Obama direncanakan datang untuk mengadakan dinner di Indonesia dan langsung kembali lagi AS. Acara ini dinilai kurang mencerminkan hubungan RI-AS yang makin berkembang."Rencananya kemungkinan Presiden Obama akan bermalam dan bisa lebih leluasa mengatur jadwal-jadwal untuk melakukan pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat," jelas Dino. Apakah nanti akan ada rencana kunjungan Obama ke Menteng dan Islam community? "Untuk itu tanyakan ke US Embassy," tandas Dino. (anw/iy)

Gedung Putih Presiden Obama Melawat ke Asia

umat, 09/10/2009 00:05 WIB
Eddi Santosa - detikNews

Foto: dok.detikcom
Washington - Presiden AS Barack Obama untuk pertama kali akan melakukan lawatan resmi ke negara-negara Asia: Jepang, Cina, Korea Selatan dan Singapura, tapi tidak ke Indonesia. Dalam lawatan resmi yang akan dimulai pada 11/11/2009 itu presiden Obama antara lain akan menghadiri pertemuan APEC, demikian juru bicara Gedung Putih, Kamis (8/10/2009) dikutip detikcom dari De Telegraaf. Dikatakan bahwa dalam lawatan ini Presiden Obama sengaja memilih tidak ke Indonesia.
Obama belum lama telah bertemu dengan Presiden Yudhoyono bulan lalu di AS. Kedua kepala negara saat itu sepakat untuk menyelenggarakan kunjungan resmi kenegaraan Presiden Obama ke Indonesia yang baru akan dilakukan di 2010. (es/es)

Obama Raih Nobel Perdamaian

Jumat, 09/10/2009 17:22 WIB
Obama Raih Nobel Perdamaian
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

(Foto: AFP)
Oslo - Belum setahun menjadi presiden, Barack Obama sukses menyabet penghargaan bergengsi Nobel Perdamaian 2009. Anugerah diberikan atas tindakan Obama yang turut menciptakan 'harapan bagi masa depan lebih baik' bagi penduduk seluruh dunia. Obama dinilai berkomitmen terhadap perdamaian dunia dan seruannya bagi pengurangan penggunaan senjata nuklir secara global.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/10/2009), panitia Nobel Norwegia memuji Obama karena usahanya yang luar bisa dalam memperkuat diplomasi dan kerjasama internasional. Sebagai warga Afrika-Amerika pertama yang menduduki posisi tertinggi di AS, Obama sangat sigap dengan meminta gencatan senjata dan menitikberatkan pada proses perdamaian di Timur Tengah sejak menjabat Januari lalu. "Sangat jarang seorang seperti Obama mendapat perhatian dunia dan memberikan harapan masa depan yang lebih bagi bagi semua orang," jelas panitia penghargaan. Penghargaan ini diberikan kepada Obama kurang dari 9 bulan masa ia menjabat sebagai presiden AS. Obama disebut telah mencetak berbagai terobosan dalam baik dalam menangani program nuklir Timur Tengah atau Iran, maupun dalam menghadapi pilihan sulit terkait pengaturan perang di Afghanistan.
Obama merupakan anggota Partai Demokrat ketiga yang memenangkan penghargaan ini setelah Wakil Presiden Al Gore pada 2007 lalu dan Jimmy Carter pada tahun 2002. Penghargaan ini bernilai 10 juta krona Swedia atau setara dengan Rp 13 miliar. Rencananya penghargaan ini akan diberikan di Oslo, Norwegia, pada 10 Desember mendatang. (nvc/nrl)

Raih Nobel Perdamaian Obama: Ini Bukan Prestasi Saya Sendiri

Minggu, 11/10/2009 03:10 WIB
Moksa Hutasoit - detikNews


Washington - Presiden AS Barack Obama sukses menyabet penghargaan bergengsi Nobel perdamaian 2009. Obama menilai, anugerah yang ia terima bukanlah prestasinya seorang saja.
"Saya tidak melihatnya ini sebagai sebuah pengakuan atas prestasi saya sendiri melainkan penegasan kepemimpinan Amerika atas nama aspirasi seluruh warga di semua bangsa," kata Obama di Gedung Putih, seperti dilansir oleh Reuters, Minggu (11/10/2009).
Komite Nobel Norwegia memuji Obama untuk kerjanya terhadap perlucutan senjata nuklir serta keinginan untuk merangkul negara-negara muslim. Obama juga dinilai sukses untuk kembali menaikan citra AS setelah sebelumnya terpuruk di bawah kepemimpinan Presiden George W. Bush.
Rencananya, Obama akan mendonasikan hadiah uang dari Nobel Perdamaian yang diraihnya. Hadiah cek senilai US$ 1,4 juta atau setara dengan Rp 13,2 miliar akan diberikan untuk amal.
Namun penghargaan itu justru dikritik oleh beberapa media di AS. Mereka menilai pemberian penghargaan tersebut terlalu terburu-buru. Presiden pertama AS berkulit hitam itu dianggap belum melakukan sesuatu yang besar selama sembilan bulan pemerintahannya.
(mok/mok)

Obama Akan Donasikan Hadiah Nobel untuk Amal

abtu, 10/10/2009 16:18 WIB
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berencana mendonasikan hadiah uang dari Nobel Perdamaian yang diraihnya. Hadiah cek senilai US$ 1,4 juta atau setara dengan Rp 13,2 miliar akan diberikan untuk amal. Hal tersebut disampaikan oleh staf pemerintah AS, seperti dilansir AFP, Sabtu (10/10/2009). Namun, belum diputuskan hendak diberikan kemana hadiah cek bernilai jutaan dolar tersebut. Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, Obama akan menerima Nobel secara langsung tanpa diwakilkan. Medali emas, sertifikat dan cek senilai 10 juta krona Swedia atau setara dengan Rp 13,5 miliar akan dipersembahkan dalam pemberian penghargaan Nobel di Oslo, Norwegia pada 10 Desember mendatang. Belum setahun menjadi presiden, Barack Obama sukses menyabet penghargaan bergengsi Nobel Perdamaian 2009. Anugerah diberikan atas tindakan Obama yang turut menciptakan 'harapan bagi masa depan lebih baik' bagi penduduk seluruh dunia. Obama dinilai berkomitmen terhadap perdamaian dunia dan seruannya bagi pengurangan penggunaan senjata nuklir secara global. (nvc/iy)