Jumat, 23 Oktober 2009

22/10/2009 - 14:24
Endang Duduki Kursi Siti Fadilah Malam Ini
Abdullah Mubarok
Endang Rahayu Setyaningsih
(wikipedia.com)

INILAH.COM, Jakarta - Setelah resmi memiliki Menteri Kesehatan yang baru, Departemen Kesehatan menggelar serah terima jabatan dari Siti Fadillah Supari kepada Endang Rahayu Setyaningsih.

Berdasarkan informasi yang diterima dari INILAH.COM, dijadwalkan acara tersebut dimulai pukul 19.00 WIB di Gedung Baru Depkes.

Diwartakan sebelumnya, Menkes Endang Rahayu bukanlah orang baru di dunia kesehatan. Sejak awal Endang sudah menekuni bidang kesehatan. Pada 1979, Endang lulus dengan predikat dokter dari FK UI. 20 tahun berselang, atau tepatnya pada 1992, ia menyabet gelar Master of Public Health.

Tak puas dengan apa yang diraihnya, lima tahun kemudian atau pada 1997, Endang menyabet gelar doktor di bidang sama di Harvard School of Public Health, Boston.

Karir pendidikan Endang yang cemerlang membawanya pada posisi Direktur di Center for Biomedical and Pharmaceutical Research & Programme Development National Institute of Health Research & Development-MOH. Posisi itu ia tempati pada Februari 2007. [bar]

2/10/2009 - 14:41
Gagal Dilantik Jadi Menkes, Nila Mengurung diri
Nila Moeloek

INILAH.COM, Jakarta -Ketua Umum IDI Fachmi Idris meminta batalnya Nila Moeloek menjadi Menkes tidak perlu dibesar-besarkan. Karena pengangkatan menjadi Menteri adalah hak prerogatif presiden.

"Jadi tidak ada hubungannya dengan tereliminasi atau karena ada faktor lain," ujar Fachmi seusai berkunjung ke rumah Anfasa Moeloek, tadi siang.

Fachmi mengakui kunjungannya ke rumah Nila hanya silaturahmi biasa. “Ini kunjungan rutin saya sebagai rekan sesama pengurus IDI, adik, sekaligus teman seprofesi,” tambahnya.

Dijelaskan, aktivitas dikediaman Anfasa Moeloek berjalan normal seperti biasa. “Ibu Nila kan seorang dosen, pagi-pagi beliau sudah ke kampus di Salemba untuk menguji mahasiswanya,” katanya.

Saat ditanya apakah benar bahwa persoalan yang mengganjal Nila batal menjadi Menkes karena faktor kesehatan, Fachmi mengelak. “Tidak benar, semuanya sehat dan baik-baik saja,” ujar Fachmi.

Tetapi secara pribadi, Fachmi bisa memahami apa yang saat ini dirasakan oleh Ibu Nila, suami dan anak-anaknya. “Beri waktu pada beliau untuk menenangkan diri,” tandasnya.

Sementara itu menanggapi Menkes yang baru Endang Rahayu Sedyaningsih, Fachmi menilai dia akan bisa menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di Depkes dengan baik. “Saya yakin Beliau paham masalah-masalah kesehatan,” ujarnya.

Pengalamannya sebagai dokter dikatakan Fachmi benar-benar dimulai dari karier terendah. Endang pernah menjadi dokter puskesmas, hingga akhirnya menjadi Kapuslitbang bio medis dan farmasi Depkes.

Selain itu, latar belakang pendidikan dimana Endang meraih gelar Master on Public Health dan Doktor Kesehatan Masyarakat di Harvard University, USA tahun 19
Wajah Baru Senayan
Ke DPR, Basuki Ingin Perjuangkan Orang Miskin
“Jika mereka beli obat, mereka sudah ditanggung asuransi itu."
Senin, 25 Mei 2009, 14:08 WIB
Siswanto
Gedung DPR-MPR (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews – Mantan bupati Bangka Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama, lolos masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat. Anggota legislatif dari Partai Golkar ini berjanji mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia lewat Parlemen, Senayan.

Caranya, kata dia, antara lain melalui pelaksanaan pemberian asuransi jaminan sosial kepada setiap warga miskin.

“Melalui asuransi jaminan sosial. Barulah masyarakat Indonesia tidak jatuh miskin,” kata Basuki.

Bagi Basuki kesehatan ialah masalah dasar yang sekarang dihadapi masyarakat miskin.

Kata dia, jika saja pemerintah menjamin mereka dengan asuransi jaminan sosial, maka beban masyarakat akan jauh berkurang sehingga bisa fokus pada kebutuhan hidup lainnya.

“Karena jika misalnya mereka beli obat, mereka sudah ditanggung asuransi itu,” kata Basuki. "Juga misalnya untuk pensiun."

Dia menyontohkan di Kabupaten Bangka Belitung Timur. Ketika Basuki masih bupati daerah itu, dia sukses menerapkan sistem asuransi. Hasilnya, kata dia, betul-betul mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “

Menurut Basuki mestinya, tahun ini, sistem asuransi sosial itu sudah diterapkan secara nasional. Hanya saja kendalanya kebijakan yang dipayungi UU nomor 40 tahun 2004 tentang sistim jaminan sosial itu belum betut-betul diterapkan.

“Kalau tidak dilaksanakan, berarti gagal dong. Itu yang harus diperjuangkan,” kata Basuki.

Bukan hanya sistem asuransi kesehatan yang akan diperjuangkan Basuki. Dia ingin program sertifikat nasional diubah. Jadi, anggota masyarakat yang memiliki tanah, diberikan hak milik. “Jadi otonomi daerah betul-betul nyata, kan tanah itu punya rakyat,” kata dia.

Lagipula, kata dia, jika tiap pemilik tanah memiliki hak milik, maka pendapatan pajak akan meningkat karena mereka memiliki kewajiban melunasi pajak.

Sebaliknya, Basuki menilai program nasional sertifikat tidak memihak kepada rakyat. “Emangnya rakyat pengemis, satu desa, misalnya, dikasih 100 biji sertifikat,” kata dia.

• VIVAnews
Inilah Anggota DPR dari Partai Hanura
Salah satunya adalah bekas politisi PKB, Muhammad AS Hikam.
Rabu, 27 Mei 2009, 06:41 WIB
Arfi Bambani Amri
Dorce Gamalama menghibur massa kampanye Hanura (Antara/ Akbar Nugroho Gumay)

VIVAnews - Partai Hati Nurani Rakyat berhasil mendudukkan 18 legislator di Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014. Semuanya dari 18 daerah pemilihan yang berbeda. Salah satu yang berhasil masuk adalah bekas politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Muhammad AS Hikam.

Berikut daftarnya berdasarkan putusan Komisi Pemilihan Umum 24 Mei 2009:
1. Nurdin Tampubolon (daerah pemilihan Sumatera Utara I)
2. Herry Lontung Siregar (Sumatera Utara II)
3. A Murady Darmansjah (Jambi)
4. Ferdinand Sampurna Jaya (Lampung I)
5. Fauzi Achmad (Sumatera Selatan II)
6. Iqbal Alan Abdullah (Banten III)
7. Erik Satrya Wardhana (Jawa Barat III)
8. Miryam S Haryani (Jawa Barat VIII)
9. Susaningtyas Nefo Handayani Kertap (Jawa Tengah IV)
10. Soemintarsih Muntoro (Jawa Timur VIII)
11. Muhammad AS Hikam (Jawa Timur IX)
12. Sunardi Ayub (Nusa Tenggara Barat)
13. Akbar Faisal (Sulawesi Selatan II)
14. Muchtar Amma (Sulawesi Selatan III)
15. Syarifuddin Sudding (Sulawesi Tengah)
16. Stephanus Pelor (Nusa Tenggara Timur I)
17. Saleh Husin (Nusa Tenggara Timur II)
18. Ali Kastella (Papua).

• VIVAnews
Hasil Pemilu 2009
Inilah Anggota DPR dari Partai Gerindra
Ada dua artis, dua aktivis dan satu mantan Wakil Gubernur Jakarta.
Rabu, 27 Mei 2009, 09:03 WIB
Arfi Bambani Amri
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Partai urutan kedua terkecil suaranya dalam Pemilu, Partai Gerakan Indonesia Raya, berhasil mendudukkan 26 legislator di Dewan Perwakilan Rakyat. Di antara 26 legislator itu, terdapat dua artis yakni Rachel Maryam Sayidina dan Jamal Mirdad.

Partai yang baru berusia 15 bulan ini berhasil mendudukkan Sekretaris Jenderalnya, Ahmad Muzani, melalui daerah pemilihan Lampung I. Kemudian mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Harun Al Rasyid, juga melenggang dari daerah pemilihan DKI Jakarta III.

Terdapat pula dua bekas aktivis mahasiswa yang pernah diculik yakni Desmond Mahesa dan Pius Lustrilanang. Desmond yang terakhir berprofesi pengacara itu naik melalui daerah pemilihan Kalimantan Timur, sementara Pius dari Nusa Tenggara Timur I.

Berikut daftar anggota DPR periode 2009-2014 dari Gerindra seperti ditetapkan Komisi Pemilihan Umum 24 Mei 2009:
1. Martin Hutabarat (Sumatera Utara III)
2. Ahmad Muzani (Lampung I)
3. Gunadi Ibrahim (Lampung II)
4. Edhy Prabowo (Sumatera Selatan I)
5. Nuriswanto (Sumatera Selatan II)
6. Idin Rosyidin (Banten II)
7. Budi Heryadi (Banten III)
8. Harun Al Rasyid (DKI Jakarta III)
9. Rachel Mariam Sayidina (Jawa Barat II)
10. Widjono Harjanto (Jawa Barat V)
11. Nuroji (Jawa Barat VI)
12. Putih Sari (Jawa Barat VII)
13. Jamal Mirdad (Jawa Tengah I)
14. Abdul Wachid (Jawa Tengah II)
15. Sumarjati Arjoso (Jawa Tengah III)
16. Suwardjo (Jawa Tengah VIII)
17. Rindoko (Jawa Timur I)
18. Dhohir Farisi (Jawa Timur IV)
19. Sapto Murtiono (Jawa Timur V)
20. Noura Dian Hartarony (Jawa Timur VI)
21. Lukman Hakim (Jawa Timur VIII)
22. Soepriyatno (Jawa Timur XI)
23. Agung Jelantik Sanjaya (Bali)
24. Desmond Junaidi Mahesa (Kalimantan Timur)
25. Pius Lustrilanang (Nusa Tenggara Timur I)
26. Fary Djemy Francis (Nusa Tenggara Timur II).

• VIVAnews
Hasil Pemilu 2009
Inilah Anggota DPR dari PKB
PKB berhasil membawa kembali Muhaimin Iskandar ke Senayan. Lukman Edy dan Lili Wahid juga.
Rabu, 27 Mei 2009, 09:48 WIB
Arfi Bambani Amri
Muhaimin Iskandar & Gita KDI pegang buku 13 Alasan Memilih PKB (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Partai Kebangkitan Bangsa, yang menempati posisi tujuh dalam Pemilu, berhasil menempatkan 27 legislator di Dewan Perwakilan Rakyat. PKB berhasil membawa kembali Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar, ke Senayan.

Sekretaris Jenderal PKB yang sekarang Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah, Lukman Edy, juga berhasil lolos ke Senayan. Adik Gus Dur, Lili Wahid, juga berhasil masuk ke Senayan.

Meski merosot dibanding hasil Pemilu 2004, PKB relatif masih bisa mempertahankan basis suara di Jawa Timur. Dari 27 legislator, 12 orang di antaranya naik dari Provinsi Jawa Timur. PKB juga berhasil mendapatkan dua kursi masing-masing dari daerah pemilihan Maluku dan Papua.

Berikut penetapan Komisi Pemilihan Umum pada 24 Mei 2009 lalu:
1. Lukman Edy (Riau II)
2. Chusnunia (Lampung II)
3. Otong Abdurrahman (Jawa Barat III)
4. Dedi Wahidi (Jawa Barat VIII)
5. Cecep Syarifudin (Jawa Barat XI)
6. Alamuddin Dimyati Rois (Jawa Tengah I)
7. Marwan Jafar (Jawa Tengah III)
8. Mohammad Toha (Jawa Tengah V)
9. Abdul Kadir Karding (Jawa Tengah VI)
10. Bachrodin Nasori (Jawa Tengah IX)
11. Muh Hanif Dhakiri (Jawa Tengah X)
12. Agus Sulistyono (Yogyakarta)
13. Muhaimin Iskandar (Jawa Timur I)
14. Lili Chodidjah Wahid (Jawa Timur II)
15. Abdul Hamid Wahid (Jawa Timur III)
16. Masitah (Jawa Timur IV)
17. Nur Yasin (Jawa Timur IV)
18. Ali Maschan Moesa (Jawa Timur V)
19. Ach Fadil Muzakki Syah (Jawa Timur VI)
20. Ibnu Multazam (Jawa Timur VII)
21. Ida Fauziyah (Jawa Timur VIII)
22. Anna Mu'awanah (Jawa Timur IX)
23. Effendy Choirie (Jawa Timur X)
24. Muh. Unais Ali Hisyam (Jawa Timur XI)
25. Bambang Heri Purnama (Kalimantan Selatan I)
26. Mirati Dewaningsih (Maluku)
27. Peggi Patricia Pattipi (Papua).

• VIVAnews

Hasil Pemilu 2009
Inilah Anggota DPR dari PPP
PPP memboyong Ketua Umum, Sekjen dan Okky Asokawati masuk Senayan.
Rabu, 27 Mei 2009, 10:34 WIB
Arfi Bambani Amri
Politisi PPP Irgan Chairul Mahfiz, Lukman Hakim Saifudin & Suryadharma Ali (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Partai Persatuan Pembangunan, peringkat enam Pemilu, berhasil memasukkan 37 legislator di Dewan Perwakilan Rakyat. PPP berhasil menjadikan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderalnya, Suryadharma Ali dan Irgan Chairul Mahfiz, sebagai wakil rakyat periode 2009-2014.

PPP juga berhasil meloloskan artisnya, Okky Asokawati, ke Senayan melalui daerah pemilihan DKI Jakarta II. Kemudian vokalis Senayan, Lukman Hakim Saifudin, berhasil kembali menjadi anggota DPR.

Berikut kursi PPP berdasarkan penetapan Komisi Pemilihan Umum 24 Mei 2009:

1. Tengku Mohd Faisal Amin (Nanggroe Aceh Darussalam I)
2. Teuku Taufiqulhadi (NAD II)
3. Maiyasyak Johan (Sumatera Utara III)
4. Epyardi Asda (Sumatera Barat I)
5. Muhammad Iqbal (Sumatera Barat II)
6. Wan Abu Bakar (Riau I)
7. Irna Narulita (Banten I)
8. Achmad Dimyatin (Banten I)
9. Irgan Chairul Mahfiz (Banten III)
10. Okky Asokawati (DKI Jakarta II)
11. Nu'man Abdul Hakim (Jawa Barat II)
12. Suryadharma Ali (Jawa Barat III)
13. Reni Marlinawati (Jawa Barat IV)
14. Achmad Farial (Jawa Barat V)
15. Wardatul Asriah (Jawa Barat VII)
16. Endang Sukandar (Jawa Barat IX)
17. Asep Ahmad Maoshul Affandy (Jawa Barat XI)
18. Ahmad Kurdi Moekri (Jawa Barat XI)
19. Machmud Yunus (Jawa Tengah I)
20. Hisyam Alie (Jawa Tengah II)
21. Muhammad Arwani Thomafi (Jawa Tengah III)
22. Lukman Hakim Saifudin (Jawa Tengah VI)
23. Muchammad Romahurmuziy (Jawa Tengah VII)
24. Zainut Tauhid S'adi (Jawa Tengah IX)
25. Akhmad Muqowam (Jawa Tengah X)
26. Mustofa Assegaf (Jawa Timur II)
27. Zaini Rahman (Jawa Timur III)
28. Iskandar D Syaichu (Jawa Timur X)
29. Mochmammad Mahfudh (Jawa Timur XI)
30. Usaman Ja'far (Kalimantan Barat)
31. Norhasanan (Kalimantan Tengah)
32. Syaifullah Tamliha (Kalimantan Selatan I)
33. Aditya Mufti Ariffin (Kalimantan Selatan II)
34. Nanang Sulaeman (Kalimantan Timur)
35. Achmad DG Se're (Sulawesi Selatan I)
36. AW Thalib (Gorontalo)
37. Izzul Islam (Nusa Tenggara Barat).

• VIVAnews