Selasa, 21 Juli 2009

Senin, 20/07/2009 06:13 WIB
Mengejar Noordin M Top
Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Spekulasi siapa otak pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton terus berkembang. Buronan teroris kelas wahid asal Malaysia, Noordin M Top diduga kuat berada di balik serangan yang menewaskan 9 orang tersebut. Tapi apakah benar Noordin berada di balik penyerangan itu? Di manakah dia sekarang?

Menurut Kepala Desk Antiteror Kementerian Polhukam, Ansyaad Mbai, Noordin diduga kuar menjadi dalang peledakan bom tersebut. "Sudah jelas itu jaringan Noordin M Top. Seperti komentar Kapolri kemarin bahwa bom yang digunakan sama dengan yang ditemukan di Cilacap," ujarnya kepada detikcom Sabtu 18 Juli lalu.

Dugaan Ansyaad tersebut masuk akal. Sebab, pelaku yang diduga melakukan pengeboman itu salah satunya adalah pria berinisial NA, atau Nurdin Aziz yang menyewa kamar 1808. Nurdin Aziz juga diduga sebagai Nur Hasbi. Menurut Direktur International Crisis Group, Sidney Jones, Nur Hasbi adalah teman seangkatan dengan Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri di hotel yang sama pada 5 Agustus
2003 silam.

"Kita mencatat bahwa Noordin masih berbahaya karena kelihatannya masih aktif merekrut orang untuk operasi pemboman melalui temannya di Cilacap," kata Sidney kepada detikcom Minggu 19 Juli kemarin.

Lalu di manakah Noordin Berada? Menurut salah seorang perwira di Mabes Polri, saat ini pria yang telah bertahun-tahun menjadi buron tersebut mempunyai jaringan yang sangat kuat dan rapi. "Dia masih punya kolega di beberapa tempat," kata perwira yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Jakarta, Minggu 19 Juli kemarin.

Bukan sembarang kolega yang Noordin pakai. Untuk membentuk ikatan kuat dan perlindungan yang terhindar dari pengkhianatan dia membentuk keluarga, biasanya dia menikahi seorang perempuan, putri atau adik dari kawannya. "Dia memakai pola ikatan tradisional," terang perwira itu.

Penyergapan yang dilakukan petugas, memang membuat gerak Noordin tidak bisa bebas lagi, sehingga bila dia berkomunikasi, Noordin mengandalkan pola konvensional. "Tanpa teknologi, dia memakai kurir," imbuh sumber itu.

Namun informasi lain menyebutkan jika Noordin kini telah mengatur jaringannya dari Mindanao, Filipina. Setelah lolos dari berbagai pengepungan melalui jalur tradisional dia menyeberang ke Mindanao, wilayan Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut.

Selama ini Mabes Polri mengaku terus memburu keberadaan Noordin. Namun sampai detik ini, pria berjenggot tersebut belum juga tertangkap. Bahkan, ledakan demi ledakan yang memakan korban jiwa justru terus terjadi. Sampai kapankah Noordin M Top terus membombardir negeri ini? Pertanyaan besar bagi aparat kepolisian yang
belum juga terjawab. (anw/anw)
Senin, 20/07/2009 02:10 WIB
Masyarakat RI di Pakistan Kecam Bom JW Marriott-Ritz Carlton
Anwar Khumaini - detikNews

Video Terkait
Blok M Square Diancam Bom
Foto Terkait
Menlu Australia Kunjungi JW Marriott Jakarta - Masyarakat Indonesia di Pakistan turut prihatin atas terjadinya ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Mereka pun mengutuk keras para pelaku serta mendukung pemerintah segera menangkap pelaku peledakan bom yang menewaskan 9 orang tersebut.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Pakistan, Ishak Latuconsina dalam acara pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Pakistan dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (19/07/09).

Mewakili masyarakat Indonesia di sana, Ishak menyatakan sikap mengecam keras pemboman JW Marriott-Ritz Carlton dan mendukung sepenuhnya langkah pemerintah untuk segera mengusut dan menghukum pelaku dan dalang pemboman tersebut dengan tegas sesuai hukum.

Masyarakat Indonesia diminta untuk menyampaikan kepada semua pihak tentang sikap pemerintah dan rakyat Indonesia yang mengecam perbuatan tak berperikemanusiaan tersebut.

Selain itu, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Islamabad (PPMI), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Pakistan dan Keluarga PKS Islamabad juga menyatakan sikap serupa.

Mereka mengajak agar masyarakat tidak bespekulasi selama proses penyelidikan dilakukan pihak berwenang pemerintah dan menegaskan bahwa aksi teror sama sekali tidak dapat dijustifikasi dengan ajaran agama apapun.
(anw/anw)
Menlu Asia Berkumpul, Bahas Teror Bom di Jakarta
Anwar Khumaini - detikNews

Video Terkait
Blok M Square Diancam Bom
Foto Terkait
Massa SBY Berdoa untuk Korban Bom Phuket - Para Menteri Luar Negeri Asia beremu di Thailand membahas masalah keamanan dunia, termasuk bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Selain itu, mereka juga membahas masalah program nuklir di Korea Utara (Korut) serta masalah yang menyangkut keamanan lainnya.

Pembicaraan juga mengarah pada penegakan HAM di negara-negara peserta serta tak lupa dibahas mengenai kekerasan yang terjadi di Myanmar.

27 negara peserta dari Asia, dan Uni Eropa serta Amerika Serikat (AS) sebagai peninjau bertemu di sebuah resor di Phuket, Thailand sejak Kami 16 Juli. Acara ini juga dihadiri oleh Menlu AS, Hillary Clinton.

Serangan-serangan Al Qaeda serta Taliban, masalah perbatasan antara Thailand dan Kamboja, masih menjadi masalah lama yang terus dibahas. Namun, peristiwa bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta Jumat 17 Juli lalu menjadi tema dadakan dalam pertemuan ini.

"Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk bekerja sama lebih giat lagi dalam memerangi teroris," kata Menlu Thailand Kasit Piromya dalam pertemuan dengan 10 Menlu ASEAN di Phuket seperti dilansir AFP, Minggu (19/7/2009).

"Mari kita doakan kepada para keluarga agar tabah menghadapi cobaan ini serta mari dukung Indonesia agar segera mengungkap pelakunya," imbuh Kasit.

(anw/anw)
Menlu Asia Berkumpul, Bahas Teror Bom di Jakarta
Anwar Khumaini - detikNews

Video Terkait
Blok M Square Diancam Bom
Foto Terkait
Massa SBY Berdoa untuk Korban Bom Phuket - Para Menteri Luar Negeri Asia beremu di Thailand membahas masalah keamanan dunia, termasuk bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Selain itu, mereka juga membahas masalah program nuklir di Korea Utara (Korut) serta masalah yang menyangkut keamanan lainnya.

Pembicaraan juga mengarah pada penegakan HAM di negara-negara peserta serta tak lupa dibahas mengenai kekerasan yang terjadi di Myanmar.

27 negara peserta dari Asia, dan Uni Eropa serta Amerika Serikat (AS) sebagai peninjau bertemu di sebuah resor di Phuket, Thailand sejak Kami 16 Juli. Acara ini juga dihadiri oleh Menlu AS, Hillary Clinton.

Serangan-serangan Al Qaeda serta Taliban, masalah perbatasan antara Thailand dan Kamboja, masih menjadi masalah lama yang terus dibahas. Namun, peristiwa bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta Jumat 17 Juli lalu menjadi tema dadakan dalam pertemuan ini.

"Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk bekerja sama lebih giat lagi dalam memerangi teroris," kata Menlu Thailand Kasit Piromya dalam pertemuan dengan 10 Menlu ASEAN di Phuket seperti dilansir AFP, Minggu (19/7/2009).

"Mari kita doakan kepada para keluarga agar tabah menghadapi cobaan ini serta mari dukung Indonesia agar segera mengungkap pelakunya," imbuh Kasit.

(anw/anw)

Senin, 20 Juli 2009

Minggu, 19/07/2009 16:39 WIB
Duka Cita dan Penasaran di Marriot dan Ritz Carlton
E Mei Amelia R - detikNews

foto: Amel/detikom
Video Terkait
gb
Ledakan Bom Guncang Ritz Carlton
Foto Terkait
gb
Penutupan Ritz Carlton
Jakarta - Tragedi ledakan bom Marriot dan Ritz Carlton mengundang rasa penasaran warga. Pada hari libur ini makin banyak saja warga yang berbondong-bondong
mendatangi lokasi kejadian untuk memuaskan rasa penasan mereka.

Ada yang menyampaikan belasungkawa dengan meletakkan karangan bunga. Ada juga yang datang hanya untuk melihat-lihat, memotret untuk sekedar kenang-kenangan.

Pantauan detikcom di depan Ritz Carlton, Jl Lingkar Mega Kuningan, Jakarta
Selatan, Minggu (19/7/2009), seratusan warga berdatangan ke lokasi. Semakin sore, makin banyak saja yang berdatangan dan akhirnya ber-foto-ria

"Ma, aku foto di situ dong," kata Cika (5) kepada ibunya, Reni (30).

Reni, adalah warga Cirendeu, Tangerang, Banten mengaku jauh-jauh datang hanya untuk melihat sisa-sisa ledakan. Selain ibu mudah ini, masih banyak warga dari berbagai daerah lain yang sengaja datang ke sana.

"Saya penasaran saja," kata Murni (31) yang datang bersama neneknya. Sambil menuntun neneknya, Murni berpose di lokasi ledakan.

Demi menguatkan foto kenang-kenangan itu, maka sudah pasti lokasi favorit untuk berpose adalah bagian depan hotel Marriot dan Ritz Carlton yang telah hancur berantakan. Malah ada yang sampai memaksa petugas keamana hotel untuk berpose besama.

"Pak, pak, sini Pak foto," ajak seorang wanita kepada sekuriti.

(mei/lh)
Minggu, 19/07/2009 16:42 WIB
Bom JW Marriott & Ritz Carlton
Kerabat Evert Mokodompit Datangi RS Polri
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Keluarga korban bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Evert Mokodompi terus mendatangi RS Polri Kramatjati. Kali ini kerabat Evert Mokodompit yang mendatangi RS Polri.

Keluarga Evert ke RS Polri menunggu diizinkan membawa pulang jenazah korban bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton itu.

"Proses forensik belum selesai. Saya juga belum tahu dari kepolisian apakah jenazah boleh dibawa puang hari ini atau belum. Kalau informasinya, malam ini," kata kerabat Evert di RS Polri Kramatjati, Jakarta, Minggu (17/7/2009).

Sementara itu sebuah ambulans dari Polres Jakarta Selatan juga datang ke RS Polri. Petugas mengeluarkan satu satu kardus dan memberikannya kepada petugas RS. Belum diketahui apa isi kardus tersebut, tapi besar kemungkinan isinya potongan tubuh korban bom.

(iy/iy)
Minggu, 19/07/2009 17:00 WIB
2 Pulang, RS MMC Masih Rawat 10 Korban
Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Jumlah korban ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang dirawat
di RS MMC, Kuningan, Jakarta Selatan kembali berkurang. Dua orang WNI yang
dirawat sejak Jumat pekan lalu, sudah diperbolehkan pulang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom di RS MMC, Minggu (19/7/2009),
dua orang korban yang sudah diperbolehkan pulang yaitu, Melisa dan Yoga
Purwanto. Dengan begitu masih tersisa 10 korban yang masih dirawat.

Berikut daftar nama-nama korban yang masih dirawat:

1. Andrew Stuart Cobhan (Canada)
2. Cho Ing Sang (Korea Selatan)
3. Giovani (WNI)
4. I Gusti Agung Ray (WNI)
5. Max Bon (Belanda)
6. Marico Asmarawati (WNI)
7. Oki Utomo (WNI)
8. Sudargo (WNI)
9. Yurike Martiningrum (WNI)
10. Yusuf Purnomo (WNI).

(did/lh)

Minggu, 19/07/2009 16:42 WIB
Bom JW Marriott & Ritz Carlton
Kerabat Evert Mokodompit Datangi RS Polri
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Keluarga korban bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Evert Mokodompi terus mendatangi RS Polri Kramatjati. Kali ini kerabat Evert Mokodompit yang mendatangi RS Polri.

Keluarga Evert ke RS Polri menunggu diizinkan membawa pulang jenazah korban bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton itu.

"Proses forensik belum selesai. Saya juga belum tahu dari kepolisian apakah jenazah boleh dibawa puang hari ini atau belum. Kalau informasinya, malam ini," kata kerabat Evert di RS Polri Kramatjati, Jakarta, Minggu (17/7/2009).

Sementara itu sebuah ambulans dari Polres Jakarta Selatan juga datang ke RS Polri. Petugas mengeluarkan satu satu kardus dan memberikannya kepada petugas RS. Belum diketahui apa isi kardus tersebut, tapi besar kemungkinan isinya potongan tubuh korban bom.

(iy/iy)
Minggu, 19/07/2009 17:14 WIB
Bom Marriott
Pelaku Bom Diduga Gunakan KTP Palsu
Hery Winarno - detikNews

Jakarta - Identitas yang digunakan pelaku bom di Hotel JW Marriot di kamar 1808 diduga palsu. Buktinya dari alamat KTP yang disebut-sebut ditemukan dan diduga milik salah seorang pelaku atas nama Nurhasbi alias Nuri Hasdi alias Nur Sahid setelah dicek tidak ditemukan.

"Itu KTP palsu," kata Mahdi, yang juga pengurus Dewan Kelurahan Pondok Pinang RW 07, Kebayoran Lama, saat ditemui di rumahnya, Minggu (19/7/2009).

Di dalam KTP itu tertera alamat RT 10/RW 07 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Sejak tahun 1990 RW 07 cuma sampai 8 RT karena dulu ada penyempitan dari 11 RT menjadi 8 RT. RT 10 itu dulu bekas terminal bayangan, sekarang sudah digusur menjadi perumahan Pondok Indah," jelas Mahdi.

Selain itu nomornya pada KTP pun beda. Di sana tertera 09.5305.6000382.7288, artinya 5305 memang kode kelurahan Pondok Pinang, tetapi yang 6000382 itu harusnya 6 digit itu di sana justru 7 digit.

"Nggak mungkin juga kan tanggal lahir 60," tambahnya.

Selain itu dia juga sudah berkoordinasi dengan RW dan para RT dan ternyata tidak ada nama seperti itu.

(ndr/iy)
Minggu, 19/07/2009 17:15 WIB
Massa SBY Beri Penghormatan Terakhir Korban Bom Marriott
E Mei Amelia R - detikNews

Warga berfoto di lokasi ledakan bom.
Jakarta - Masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi ledakan bom Marriot dan Ritz Carlton. Salah satunya adalah pendukung SBY yang menamakan dirinya Aliansi Rakyat Mendukung Yudhoyono (ARMY) ikut memberikan penghormatan terkahir bagi korban.

"Kepada korban bom Marriott dan Ritz Carlton, hormat gerak," kata Ketua
Pengurus Pusat ARMY, Hendra kepada rombongan yang dipimpinnya, di Jl Lingkar Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (19/7/2009).

Sebelumnya, ARMY melakukan doa bersama di depan hotel Ritzh Carlton dan JW
Marriott. Di sana mereka juga meletakkan karangan bunga sebagai lambang duka cita.

Selain Army, ormas yang menamakan dirinya Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra
Polri juga turut meletakkan karangan bunga sebagai tanda belasungkawa.
Dengan berorasi, mereka memberikan pernyataan sikapnya.

"Kami mendesak pemerintah agar mengusut tuntas pelaku pemboman," kata
seorang pengurus Senkom Mitra Polri.
(mei/lh) Minggu, 19/07/2009 17:23 WIB
Bom JW Marriot & Ritz Carlton
Jenazah Evert Mokodompit Dibawa Pulang Malam Nanti
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Keluarga sudah mengantongi izin untuk membawa pulang jenazah Evert Mokodompit, korban tewas akibat bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Kondisi jenazah Evert tidak rusak.

"Kami sudah serah terima jenazah Evert, sekarang sudah diserahkan kepada keluarga. Nanti akan kami bawa ke rumah duka kami di Pondok Aren (Ciledug, Tangerang)," kata Petrus, kerabat Evert di samping ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Keluarga saat ini sedang merapikan peti jenazah. Bila soal peti jenazah selesai, jenazah Evert akan langsung dibawa pulang.

Kondisi jenazah Evert masih bagus sehingga gampang diidentifikasi. "Semuanya masih cukup baik, saya lihat mukanya juga masih bagus," kata Petrus.

(iy/ndr)


Minggu, 19/07/2009 18:22 WIB
Raja Abdullah Berikan Ucapan Duka kepada Presiden RI
Luhur Hertanto - detikNews

Jakarta - Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud turut menyatakan ikut berbelasungkawa atas jatuhnya korban dalam ledakan bom Marriot dan Ritz Carlton. Penguasa Arab Saudi ini mengecam keras aksi terorisme yang menyerang Indonesia.

Ucapan duka disampaikannya kepada Presiden SBY melalui jalur diplomatik. Demikian bunyi surat elektronik yang detikcom terima dari Pensosbud KJRI Jeddah , Minggu (19/7/2009).

"Kami sangat mengecam perilaku para teroris, kriminal, berdosa yang telah melakukan kerusakan dan mengancam keamanan. Saya menyampaikan ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada Presiden SBY, para keluarga korban dan masyarakat Indonesia," ujar Raja Abdullah.

Kepada pada korban tewas, dia mendoakan agar mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Sementara bagi korban luka-luka semoga mendaptkan kesembuhan secepatnya.

"Semoga Allah senantiasa melindungi rakyat Indonesia dari segala mara bahaya," sambungnya.

(lh/lh)
Minggu, 19/07/2009 19:01 WIB
Bom JW Marriott & Ritz Carlton
1 WNA Pulang, RS MMC Tinggal Rawat 9 Korban
Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Satu korban ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton asal Korea Selatan Cho Ing Sang malam ini sudah diperbolehkan pulang. Hingga saat ini tersisa 9 korban yang masih dirawat di RS MMC.

"Cho dijemput oleh keluarganya. persoalan administrasi dengan rumah sakit sudah selesai," ujar petugas administrasi di Rumah Sakit MMC Devi Watari kepada wartawan di RS MMC, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Menurut Devi, jumlah korban yang masih dirawat di MMC tersisa 9 orang setelah dua WNI, Melisa dan Yoga Purwanto ditambah 1 WNA diperbolehkan pulang. "Korban masih ada 9 orang," tandasnya.

Berikut daftar nama-nama korban yang masih dirawat:

1. Andrew Stuart Cobhan (Canada)
2. Giovani (WNI)
3. I Gusti Agung Ray (WNI)
4. Max Bon (Belanda)
5. Marico Asmarawati (WNI)
6. Oki Utomo (WNI)
7. Sudargo (WNI)
8. Yurike Martiningrum (WNI)
9. Yusuf Purnomo (WNI).

(did/anw)



Minggu, 19/07/2009 19:25 WIB
Ledakan Bom Marriott-Ritz Carlton
Penjagaan Ekstra Ketat di Nunukan-Tawau
Robert - detikNews

Samarinda - Pasca ledakan bom di Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta, pejagaan di pintu jalur perbatasan laut RI-Malaysia di Kalimantan Timur diperketat. Operasi tidak hanya dilakukan jajaran Polri, tapi juga melibatkan TNI, KPLP, Imigrasi dan Bea-Cukai.

''Untuk wilayah Nunukan ke Tawau,pengawasan ekstra ketat kami lakukan
di Pelabuhan Tunon Taka,'' kata Kapolres Nunukan AKBP Purwa Cahyoko, Minggu (19/7/2009) melalui sambungan telepon.

Pengawasan ekstra ketat dan lebih terliti diterapkan pada pemeriksaan barang bawaan dan identitas penumpang kapal yang bersandar maupun meninggalkan pelabuhan. Mudahnya akses dari Indonesia ke Malaysia melalui pelabuhan Tunon Taka berpeluang dijadikan jalur pelarian pelaku atau anggota jaringan peledakan bom yang menewaskan 9 orang pada Jumat lalu.

"Kita mewaspadai kedatangan warga tanpa identitas jelas dan yang patut untuk dicurigai. Terlebih lagi ada instruksi Kapolri untuk melakukan pengetatan keluar masuk warga di perbatasan dengan negara lain,'' pungkas Cahyoko. (lh/lh)
Minggu, 19/07/2009 20:28 WIB
Bom JW Marriott & Ritz Carlton
RS Jakarta Tinggal Rawat 4 Korban, Termasuk Saksi Kunci
Hery Winarno - detikNews

Jakarta - Rumah Sakit Jakarta kini tinggal merawat 4 korban peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Salah satu dari pasien tersebut adalah Dikdik Ahmad Taufik, saksi kunci ledakan tersebut yang berprofesi sebagai supervisior security di Hotel JW Marriott.

Selain Dikdik, korban yang masih dirawat di RS Jakarta adalah Deni Purwanto (33), Bambang Priyanto (30) dan Andri Tirta M (23).

Orang tua salah satu korban, Andri Tirta mengaku putranya sempat tidak bisa tidur di malam sebelum kejadian pengeboman. "Saya sih nggak ada firasat. Tapi anak saya nggak bisa tidur semaleman," kata ibunda Andri, Imas saat ditemui detikcom di RS Jakarta, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Menurut Imas, meski saat ini kondisi putranya kian membaik, pendengaran putranya masih sedkiti terganggu lantaran gendang telinganya pecah. "Gendang telinga pecah. Kalau ngomong harus kenceng supaya dia denger. Kemarin-kemarin dia malah nggak denger," tutur Imas.

Imas berharap putranya segera bisa pulang ke rumah. Namun niat itu harus dibuangnya jauh-jauh lantaran menurut dokter, Andri masih harus menjalani perawatan cukup lama.

"Dia agak lama baru bisa pulang. Lukanya lumayan parah karen mungkin dekat (lokasi ledakan)," cerita wanita berusia 59 tahun tersebut.

"Andri bekerja sebagai banket di Hotel Marriott. Kebetulan anak saya masuk shift pagi," imbuhnya.

Minggu, 19/07/2009 20:37 WIB
Bom Marriott & Ritz Carlton
Menyamar Jadi Tamu Hotel Modus Baru Kelompok Teroris
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Pelaku bom bunuh diri diduga menjadi tamu Hotel JW Marriott. Kamar 1808 menjadi tempat menginap pelaku. Tidak seperti aksi serangan sebelumnya, kini para pelaku menyusup ke dalam, bahkan sempat menginap. Apakah para pelaku mengubah strategi?

"Itu modus baru," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Media Center Cafe Ginger Republic Bellagio, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2009).

Sayangnya Nanan enggan berkomentar lebih banyak. Dia mengaku agar semua pihak menunggu hasil pengembangan dan penyelidikan pihak kepolisian.

Hal senada pun disampaikan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyono Ishaq. "Kita bicara fakta, hasil olah TKP masih diproses," tutupnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan agar pihak hotel-hotel di semua tempat lebih memperketat standar operasional prosedur (SOP).

(ndr/anw)
Minggu, 19/07/2009 20:37 WIB
Bom Marriott & Ritz Carlton
Menyamar Jadi Tamu Hotel Modus Baru Kelompok Teroris
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Pelaku bom bunuh diri diduga menjadi tamu Hotel JW Marriott. Kamar 1808 menjadi tempat menginap pelaku. Tidak seperti aksi serangan sebelumnya, kini para pelaku menyusup ke dalam, bahkan sempat menginap. Apakah para pelaku mengubah strategi?

"Itu modus baru," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Media Center Cafe Ginger Republic Bellagio, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2009).

Sayangnya Nanan enggan berkomentar lebih banyak. Dia mengaku agar semua pihak menunggu hasil pengembangan dan penyelidikan pihak kepolisian.

Hal senada pun disampaikan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyono Ishaq. "Kita bicara fakta, hasil olah TKP masih diproses," tutupnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan agar pihak hotel-hotel di semua tempat lebih memperketat standar operasional prosedur (SOP).

(ndr/anw)
Minggu, 19/07/2009 13:46 WIB
Bom di Marriott
Polisi Pastikan Pelaku Tidak Berkaitan dengan Perampokan BNI Rp 15 M
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Polisi menepis isu yang berkembang bila para pelaku bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton memiliki kaitan dengan perampokan uang BNI senilai Rp 15 miliar. Keduanya adalah terpisah dan sama sekali tidak berhubungan.

"Tidak ada keterkaitan dengan perampokan Rp 15 miliar," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dalam jumpa pers di Media Crisis Center, Cafe Ginger Republic Bellagio, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Pihak kepolisian juga menerangkan bila total di lapangan ditemukan 3 rangkaian bom, 1 di Marriott, 1 di Ritz Carlton, dan 1 di ruang 1808 masih aktif dan sudah dijinakan tim Jihandak.

"Kita sudah memerika 35 saksi. Detail data kronologis tentang bom pasti akan diselidiki dan disampaikan setelah terungkap," tutup dia.

(ndr/iy)

Minggu, 19/07/2009 14:10 WIB
Bom di Marriott dan Ritz Carlton
Polisi Belum Pastikan Bomber Wanita & Terowongan Khusus
E Mei Amelia R - detikNews

Video Terkait
Menko Polkam dan Kapolri ke Kuningan Jakarta - Polisi belum bisa memastikan dugaan pelaku pengebom bunuh diri berkelamin wanita dan penggunaan terowongan khusus antara JW Marriot dan Ritz Carlton. Pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan.

"Ditemukan 3 jenazah dan 1 wanita asing, 1 badan laki-laki dan 1 potongan kepala laki-laki. Yang perempuan belum bisa dipastikan sang bomber atau bukan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dalam jumpa pers di Media Crisis Center, Cafe Ginger Republic Bellagio, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Dugaan pelaku peledakan di Ritz Carlton menggunakan terowongan khusus dari JW Marriot juga belum bisa dipastikan. Mengingat kamar 1808 di Marriot adalah posko pelaku.

"Terowongan bukan untuk publik dan digunakan oleh petugas khusus," tambahnya.

Dia juga belum bisa memastikan identitas tamu di kamar 1808, apakah cocok dengan kepala laki-laki yang ditemukan di Marriott. "Sedang dipastikan. Sedang kita rekonstruksi apakah dia yang menginap di situ atau bukan," tutupnya.

(ndr/lh)

Minggu, 19/07/2009 14:29 WIB
Bom Marriot & Ritz Carlton
KNPI Gelar Doa Lintas Agama
E Mei Amelia R - detikNews
Video Terkait
Karangan Bunga Banjiri Rumah Duka RS Dharmais
Foto Terkait
Penutupan Ritz Carlton Jakarta - Aksi duka cita dari berbagai kelompok masyarakat atas ledakan bom Marriott dan Ritz Carlton terus berlangsung. Kali ini rombongan dari DPP KNPI mendatangi lokasi kejadian dan meletakkan karangan bunga duka cita.

Rombongan yang terdiri dari belasan orang mengenakan jaket warna biru dan dipimpin Ketum DPP KNPI Aziz Syamsudin tiba di Jl Lingkar Mega Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (19/7/2009). Sasaran pertama adalah Hotel Ritz Carlton, setelah meletakkan karangan bunga mereka menggelar doa bersama.

Uniknya doa dilakukan secara berganti-gantian menurut agama yang diyakini. Wakil DPP KNPI dari agama yang berbeda-beda bergantian memimpin acara doa bersama lintas agama ini.

Semula hal serupa juga ingin dilangsungkan di hotel JW Marriot yang berjarak sekitar 500 meter dari Ritz Carlton. Penjagaan di hotel yang sudah dua kali diguncang bom tersebut sangat ketat dan hanya aparat keamanan yang boleh melintasi barikade pembatas.

"Kami mengutuk keras bom ini yang mencoreng citra Indonesia ini. Kami mendesak aparat menindak pelakunya sesegera mungkin," kata Sekjen DPP KNPI Sayed Muhammad Muliadi dalam pembacaan sikap resmi mereka.
(lh/ndr)
Jenazah Timothy Mackay Diterbangkan ke Selandia Baru dengan Qantas
Iin Yumiyanti - detikNews

Timothy Mackay (Foto:Holcim) Video Terkait
Menko Polkam dan Kapolri ke Kuningan
Foto Terkait
Bom Meledak di JW Marriott & Ritz Carlton Jakarta - Jenazah Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Timothy Mackay akan diterbangkan ke Selandia Baru, negara asalnya dengan Qantas Airways. Jenazah korban bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton itu akan diterbangkan malam nanti.

"Pelepasan jenazah pukul 11.00 WIB tadi. Sekarang sudah di Bandara Soekarno-Hatta. Akan diterbangkan ke New Zealand malam hari," kata Koordinator Komunikasi Perusahaan Holcim Indonesia Dedy Nugroho kepada detikcom, Minggu (17/7/2009).

Keluarga Timothy telah datang ke Indonesia untuk menjemput jenazah. "Tapi siapa detailnya keluarga yang datang saya belum tahu," jelas Dedy.

Timothy Mackay merupakan salah satu korban tewas ledakan bom di Hotel JW Marriott, Jakarta. Pria asal Selandia Baru ini menjabat sebagai Presdir PT Holcim Indonesia sejak Mei 2004. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Managing Director PT Holcim (Lanka) sejak 2001.

(iy/ndr)

Minggu, 19/07/2009 14:38 WIB
Alumni Disebut Pelaku Bom
Ponpes Ngruki: Abdurrahman Assegaf Lakukan Fitnah Besar
Muchus Budi R. - detikNews

Foto Terkait
Ledakan di Hotel Ritz Carlton Solo - Pesantren Al-Mukmin Ngruki menilai Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) Abdurrahman Assegaf melakukan fitnah besar terkait pernyataannya yang menyebut pelaku bom bunuh diri di JW Marriot adalah alumnus pesantren tersebut. Pihak Ngruki mendesak Abdurrahman meminta maaf.

Pembantu Direktur Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sholeh Ibrahim, mengatakan di daftar induk murid dan alumni pesantrennya tidak ada nama seperti yang disebut Abdurrahman Assegaf.

Sebelumnya Abdurrahman menyatakan, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott bernama Nurhasbi alias Nuri Hasdi alias Nur Sahid asal Temanggung Jateng yang disebutnya sebagai alumnus Ngruki seangkatan dengan Asmar Latin Sani, pelaku bom, bunuh diri di kedutaan besar Australia beberapa tahun silam.

"Di buku induk tidak ada tiga nama yang disebut Abdurrahman itu. Saya mantan kepala KMI (Kuliyatul Mualimin al-Islamiyah, program yang ditempuh Asmar di Ngruki -red), saya ingat teman seangkatan Asmar, tapi tidak ada yang bernama itu," ujar Sholeh kepada wartawan, Minggu (19/7/2009).

Sholeh memaparkan salah satu teman seangkatan Asmar adalah Abdul Hadi yang tewas tertembak dalam penyergapan polisi di Wonosobo beberapa waktu lalu. Namun tidak ada yang bernama Nurhasbi atau Nuri Hasdi maupun Nur Sahid.

Sholeh jutsru menyebut Abdurrahman Assegaf melakukan fitnah karena telah menyebarkan kabar tidak benar. Dia juga mempertanyakan latar belakang Abdurrahman serta motivasinya menyebarkan kabar tersebut kepada publik tanpa terlebih dulu mencari tahu kebenaran.

"Abdurrahman Assegaf itu siapa, kami tidak kenal. Tiba-tiba dia muncul dengan kepala diikat-ikat sorban putih lalu ngomong ini itu tanpa dasar. Ini jelas fitnah besar. Apa pula motivasi dan kepentingan dia membeberkannya kepada publik. Kalau memang niatannya baik, silakan datang kemari," ujar Sholeh.

Sholeh berharap Abdurrahman bersedia mencabut pernyataan yang dianggapnya sebagai fitnah tersebut. Selanjutnya Abdurrahman juga harus meminta maaf kepada Ponpes Al-Mukmin Ngruki sebagai lembaga pendidikan yang terganggu atas pernyataan Abdurrahman yang dinilai menyesatkan itu.

"Jika itu tidak dilakukan bisa saja kami mengambil langkah-langkah yang kami anggap tepat untuk menjaga nama baik lembaga. Keputusannya nanti setelah kami mengadakan rapat dengan seluruh pimpinan pondok. Saat ini direktur pondok masih ada acara di Jakarta," ujar Sholeh Ibrahim tegas. (mbr/iy)

Minggu, 19/07/2009 15:10 WIB
Bom JW Marriott & Ritz Carlton
Keluarga Tak Percaya Nur Sahid Pelaku Bom Bunuh Diri
Parwito - detikNews

Nur Sahid (Foto: Parwito/detikcom) Video Terkait
Saksi Kunci Bom Marriott dan Ritz Carlton
Foto Terkait
Ritz Carlton Meledak Temanggung - Kabar Nurhasbi alias Nur Sahid, merupakan pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton tidak dipercayai keluarganya. Di mata keluarga, warga Desa Katekan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini orang yang baik.

Pernyataan itu disampaikan oleh adik kandung Nur Sahid , Udi Mas’ud ketika ditemui detikcom di rumah orang tuanya di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Minggu (19/07/2009) siang ini.

"Saya tidak percaya jika kakak saya dianggap dan dituduh sebagai anggota jaringan Jama’ah Islamiyah (JI) yang direkrut oleh Tedy alias Reno alias Mubarok yang saat ini diduga sebagai Wakil dari Nurdin M Top," tegas Mas’ud.

Keluarga menyampaikan hal itu untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Gerakan Umat Islam (GUII) Abdurrahman Assegaf yang menyatakan pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot Jakarta Jum’at kemarin bernama Nurhasbi alias Nur Sahid.

Mas’ud membantah jika Nur Sahid masuk ke dalam gerakan Wahabi Radikal melalui jaringan Imam Samudra yang merupakan jaringan teroris Noordin M Top di Wilayah Banten, yang juga merupakan jaringan dari teroris Internasional Al-Qaedah.

"Kakak saya orang yang baik, sosok yang kalem," kata Mas'ud.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Dahuri sebelum menyatakan pelaku bom di Marriott berinisial N.
(iy/iy)
Minggu, 19/07/2009 15:24 WIB
Telepon Teror Bom Marak
Mabes Polri: Media Massa Jangan Sampai Jadi Alat Teror
E Mei Amelia R - detikNews

Gegana sisir Blok M Square yang diancam bom. Jakarta - Menyusul ledakan bom Marriot dan Ritz Carlton, telepon gelap ancaman teror bom kembali marak di berbagai falitas publik. Pihak media massa harus lebih jeli dalam mewartakannya, agar tidak malah menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Demikian wanti Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Nanan Soekarna tentang gelombang ancaman bom. Hal ini disampaikannya melalui telepon, Minggu (19/7/2009).

"Hati-hati, jangan sampai media massa dijadikan alat teror sehingga tujuan si pelaku tercapai," ujar dia.

Selama ini sebagian besar dari telepon gelap adanya ancaman bom tidak pernah terbukti. Menurut Nanan hal ini karena memang tujuannya dari si penelpon adalah untuk menyebarkan rasa takut terhadap masyarakat.

"Karena teror adalah tujuan mereka," sambungnya.

Sepanjang akhir pekan ini sejumlah pengelola fasilitas publik melaporkan adanya ancaman teror bom melalui telepon. Mulai dari pusat perbelanjaan hingga bandara internasional, tidak hanya di Jakarta tapi juga Riau dan masih banyak lagi.


(lh/ndr)

Minggu, 19/07/2009 15:27 WIB
Bom JW Marriott & Ritz Carlton
4 Tahun Tak Pulang, Keluarga Tak Tahu Keberadaan Nur Sahid
Parwito - detikNews

Nur Sahid (Foto: dokumen keluarga) Video Terkait
Identitas 1 Jenazah di RS Polri Mulai Terkuak
Foto Terkait
Bom Meledak di JW Marriott & Ritz Carlton Temanggung - Nurhasbi alias Nuri Hasdi alias Nur Sahid sudah lama tidak pulang ke rumah orang tuanya, di Temanggung, Jawa Tengah. Pria yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton ini terakhir pulang pada 2005.

"Terakhir pulang ke Temanggung 2005 ketika menghadiri acara perkawinan saya," kata adik kandung Nur Sahid , Udi Mas’ud ketika ditemui detikcom di rumah orang tuanya di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Minggu (19/07/2009) siang ini.

Mas’ud menyatakan, walupun kakaknya sudah lama tidak pulang ke rumah orangtuanya Mas’ud menilai selama ini kakak kandungnya itu memiliki kepribadian yang baik. Mas'ud tidak percaya kakaknya menjadi teroris dan melakukan pengeboman.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD), Jumat (17/7/2009) sebelumnya memastikan pelaku bom di Hotel JW Marriott berinisial N. Ketua Umum Gerakan Umat Islam (GUII) Abdurrahman Assegaf, Minggu menyatakan, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott bernama Nurhasbi alias Nuri Hasdi alias Nur Sahid.

Nur Sahid lahir di Temanggung pada tanggal 24 Juli 1974 anak ketiga dari enam bersaudara pasangan H. Muh Nasir dan Hj. Tumini dan pernah belajar di Pondok Pesantren Ngruki Solo, Jawa Tengah yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba’asyir.

Nur Sahid memiliki istri bernama Dwi Pratiwi yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah serta memiliki dua anak.

Sampai saat ini, keluarga Nur Sahid di Temanggung sama sekali tidak mengetahui di mana Nur Sahid, istri dan dua anaknya itu bertempat tinggal.
(iy/iy)

Minggu, 19/07/2009 15:41 WIB
Bom Marriot & Ritz Carlton
RS MMC Rawat 12 Korban
Didi Syafirdi - detikNews
Video Terkait
Korban Ledakan di RS MMC
Foto Terkait
Korban Bom Sibuk Hubungi Keluarga Jakarta - Hingga kini RS MMC masih merawat 12 orang korban ledakanbom Marriott dan Ritz Carlton. Sebagian pasien yang WNA atas permintaannya sendiri telah dipindahkan ke berbagai rumah sakit, termasuk RS di Singapura

Berikut daftar nama pasien korban ledakan yang kini dirawat di RS MMC, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

1. Andrew Stuart Cobhan (Canada)
2. Cho Ing Sang (Korea Selatan)
3. Giovani (WNI)
4. I Gusti Agung Ray (WNI)
5. Max Bon (Belanda)
6. Marico Asmarawati (WNI)
7. Melisa (WNI)
8. Oki Utomo (WNI)
9. Sudargo (WNI)
10. Yoga Purwanto (WNI)
11. Yurike Martiningrum (WNI)
12. Yusuf Purnomo (WNI).
(did/lh)

Minggu, 19/07/2009 15:43 WIB
Bom di Marriot & Ritz Carlton
Polisi Rekonstruksi Wajah Pelaku Bom Bunuh Diri
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Siapa pelaku pembom bunuh diri, masih diselidiki. Meski sudah ditemukan potongan kepala, tetapi polisi belum bisa memastikan apakah orang tersebut pelakunya. Kini tim Disaster Victim Identification (DVI) tengah melakukan penyelidikan.

"Dari bentuk jenazah yang di Marriott dan Ritz yang ditemukan, kita akan rekonstruksi wajahnya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Ijen Pol Nanan Soekarna, dalam jumpa pers di Crisis Media Center, Cafe Ginger Republic Bellagio, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2009).

Potongan wajah itu pun, setelah direkonstruksi menggunakan teknik rekayasa komputer akan dicocokkan dengan keterangan saksi.

"Akan dicek ke resepsionis, apa benar dia yang menginap. Di-cross check," tutupnya.

(ndr/iy)

Minggu, 19/07/2009 16:01 WIB
Bom di Marriott
Polisi Tengarai Pendanaan Pelaku Bom Dibantu Jaringan Internasional
Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Polisi menduga pelaku bom JW Marriott dan Ritz Carlton didanai oleh jaringan internasional. Mengingat para pelaku memiliki keuangan yang memadai sehingga mampu menyewa kamar di hotel mewah.

"Sementara kita pasti membuat suatu hasil analisa, mereka tidak sendiri. Ada jaringan yang memback up dari tingkat lokal dan dari tingkat internasional," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chrysnanda saat dihubungi melalui telepon, Minggu (19/7/2009).

Sayangnya dia enggan mengungkap lebih jauh. Menurutnya saat ini tim tengah bekerja mengungkap para pelaku, mengingat pola-pola jaringan ini sudah terbaca.

"Masih pengembangan. Jangan memakai dugaan-dugaan. Semua masih dalam penyelidikan," tutupnya.

(ndr/iy)
Minggu, 19/07/2009 16:16 WIB
Bom Marriot & Ritz Carlton
Polri-TNI di Maluku Gelar Patroli Gabungan
M Hanafi Holle - detikNews

Video Terkait
Bali Percepat Sistem Keamanan Standar Internasional
Foto Terkait
Jakarta Tetap Aman Ambon - Pasca ledakan bom Marriott dan Ritz Carlton, aparat keamanan menggelar patroli untuk mengejar anggota jaringan pelaku di berbagai daerah. Bahkan di Maluku patroli dilakukan secara bersama antara jajaran Polri dan TNI.

“Kami bersama Kodam XVI Pattimura melakukan patroli gabungan,”
ujar Kapolda Maluku, Brigjen Totoy Herawan Indra, kepada wartawan, Minggu
(19/7/2009) di Mapolda Maluku, Jl Rijali, Ambon.

Salah satu bentuk patroli gabungan adalah dengan meningkatkan pengamanan pada setiap pintu masuk dan keluar daerah tersebut. Konsentrasi utama adalah di pelabuhan dan Bandar Udara Internasional Pattimura.

“Ini bagian dari antisipasi,” tandas Indra.

Khusus kepada para pemilik hotel dan swalayan, dia mengingatkan agar terus meningkatkan pengamanannya. Sedangkan warga masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang dapat menganggu stabilitas keamanan di Maluku.

“Kami minta warga dan siapa saja, yang menemukan hal-hal mencurigakan segera lapor ke pos polisi atau TNI terdekat,” kata Indra sembari menegaskan pihaknya belum menurunkan status siaga satu sejak Pilpres 2009.

(han/lh)

Sabtu, 18 Juli 2009

Potongan Kepala di Ritz Carlton Diduga Milik Teroris

Minggu, 19 Juli 2009 - 12:51 wib
text TEXT SIZE :
Share
Irma Yani - Okezone

JAKARTA - Dua jasad dalam kondisi hancur ditemukan di Ritz Carlton sesaat setelah ledakan bom pada Jumat 17 Juli pagi. Polisi menduga potongan kepala berjenis kelamin laki-laki sebagai pelaku bom bunuh diri.

"Untuk jenazah di Ritz Carlton itu ditemukan dua jenazah. Satu wanita dan satu laki-laki. Ada juga potongan kepala laki-laki. Yang perempuan sementara kita duga bukan pelaku tapi yang potongan kepala itu yang kita duga sebagai pelaku," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna di Media Center, Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).

Nanan juga membenarkan bahwa polisi sudah menemukan beberapa nomor telepon dan hasil rekaman CCTV. Akan tetapi, Nanan menolak merinci nomor telepon tersebut apakah ada kaitannya dengan teroris ataukah tidak.

Ditanyakan apakah benar bom yang ada di dua hotel itu berjumah empat buah, Nanan memastikan bahwa jumlah bom hanya tiga buah.

"Dari fakta di lapangan itu hanya ditemukan tiga rangkaian. Yang dua meledak, dan yang satu ditemukan di kaman 1808 dalam keadaan aktif tapi telah dijinakkan," tegasnya. (mbs)