Kamis, 13 Agustus 2009

Jumat, 14/08/2009 01:01 WIB
Bom di Ritz Carlton
Jika Nana Terbukti Pelaku Bom, Warga Siap Minta Maaf
Edward S - detikNews

Pandeglang - Warga sekitar tempat tinggal Nana Maulana, belum percaya jika ketua Karang Taruna mereka selama ini adalah pelaku pengeboman di Ritz Carlton. Namun, jika hasil tes DNA terbukti, warga siap minta maaf pada keluarga korban.

"Secara pribadi sekaligus mewakili warga saya akan minta maaf pada korban yang dirugikan," kata Aceng Saprudin, Ketua RW 12, Kampung Kebon Cau, Kampung Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (14/8/2009) dini hari.

Menurut Aceng, Nana yang dikenalnya bukanlah sosok teroris. Ia melihat Nana sebagai pribadi yang tekun dan taat pada agama.

"Saya juga belum menerima ada laporan orang hilang," tegasnya.

Seperti diketahui, polisi melansir pelaku peledakan bom di Hotel Ritz-Carlton adalah pria bernama Nana Ikhwan Maulana (28). Jasad pria tersebut sampai saat ini masih tersimpan di RS Polri Kramatjati. Belum ada satu pun yang mengakui sebagai keluarga Nana Ikwan Maulana.

Diduga kuat, Nana Ikhwan Maulana adalah pria bernama asli Nana Maulana. Sebab pada Rabu 12 Agustus, polisi mengambil sampel darah Ny jubet, ibu Nana Maulana. Sedangkan menurut Ida, di kelompok pengajiannya, Nana memang biasa dipanggil dengan sebutan Ikhwan Maulana.

(mad/mad)
Jumat, 14/08/2009 01:45 WIB
Bom di Ritz Carlton
Ketua RW: Nana Pasti Dipengaruhi Setan!
Edward S - detikNews

Jakarta - Pelaku pengeboman di Ritz Carlton, Nana Maulana, dikenal sebagai sosok yang baik oleh warga sekitar rumahnya. Jika Nana menjadi seorang teroris, hal tersebut diyakini akibat pengaruh setan.

"Kalau itu benar (pelaku pengeboman), pasti dipengaruhi setan," kata Aceng Saprudin, Ketua RW 12, Kampung Kebon Cau, Kampung Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (14/8/2009) dini hari.

Tidak jelas siapa setan yang dimaksud oleh Aceng. Ia hanya menegaskan, tidak percaya sedikit pun jika Nana Maulana yang dikenalnya adalah orang yang sama seperti diungkapkan kepolisian.

Ia juga berharap, jika Nana tidak terbukti sebagai pelaku bom, bisa segera menemui orang tuanya. Sebab, orang tua Nana saat ini sedang sakit keras.

"Pihak RW tidak mengenal Ikhwan Maulana, kita hanya mengenal Nana," tegasnya.

Seperti diketahui, polisi melansir pelaku peledakan bom di Hotel Ritz-Carlton adalah pria bernama Nana Ikhwan Maulana (28). Jasad pria tersebut sampai saat ini masih tersimpan di RS Polri Kramatjati. Belum ada satu pun yang mengakui sebagai keluarga Nana Ikwan Maulana.

Diduga kuat, Nana Ikhwan Maulana adalah pria bernama asli Nana Maulana. Sebab pada Rabu 12 Agustus, polisi mengambil sampel darah Ny jubet, ibu Nana Maulana. Sedangkan menurut Ida, di kelompok pengajiannya, Nana memang biasa dipanggil dengan sebutan Ikhwan Maulana.

(mad/amd)
Jumat, 14/08/2009 03:07 WIB
Email 'Noordin M Top' Bisa Saja Asli
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Surat elektronik 'Noordin M Top' yang dikirim ke situs Bagustv.com bisa dianggap asli. Sebab, itu merupakan bagian dari konsep propaganda Noordin.

"Ini adalah bagian dari propaganda Noordin," kata pengamat intelijen Dynno Chresbon saat dihubungi lewat telepon, Kamis (13/8/2009).

Menurut Dynno, cara yang digunakan Noordin untuk melakukan propaganda ini sangat rumit. Setidaknya ada 10 orang yang dilibatkan untuk proses pembuatan teks.

"Biasanya Noordin meminta pada stafnya jauh-jauh hari untuk bikin konsep tekstualnya," jelas Dynno.

Kasus ini, kata Dynno, sama seperti surat pengakuan Noordin yang dirilis dalam sebuah blog beberapa waktu lalu. Sumber di kepolisan yang dekat dengannya mengatakan, situs itu tidak berhubungan langsung dengan Noordin.

"Ada sekitar 10 sel yang mendukungnya," tutup Dynno.

Seperti diketahui, dalam situs Bagustv.com, seseorang yang mengaku Noordin M Top mengirimkan email tentang persitiwa penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah. Noordin mengaku sempat berada di dalam rumah Djahri, namun berhasil melarikan diri. Setelah muncul selama beberapa jam, email tersebut lenyap. Sang pemilik situs, Bagus Febrianto, mengaku syok mendapatkan email tersebut. (mad/amd)
umat, 14/08/2009 05:27 WIB
Kenapa Penggerebekan Temanggung Sampai 17 Jam?
Rachmadin Ismail - detikNews

Reuters
Jakarta - Operasi penggerebekan teroris yang dilakukan di Temanggung, Jawa Tengah, cukup dramatis. Terjadi beberapa kali tembakan hingga peledakan bom. Waktu yang diperlukan pun mencapai 17 jam. Kenapa?

"Terorisme adalah kejahatan luar biasa, perlu penanganan yang ekstra juga," kata pengamat terorisme Wawan Purwanto saat berbincang lewat telepon, Kamis (13/8/2009) malam.

Menurut Wawan, tindakan yang dilakukan kepolisian cukup tepat, mengingat adanya informasi bom aktif di dalam rumah tersebut. Polisi perlu melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menghindari ledakan dan korban tewas. Sehingga cukup memakan waktu.

"Para teroris itu kan selalu membawa bom di dalam tubuhnya, kita tidak akan pernah tahu kapan bom itu akan meledak," jelasnya.

Tindakan polisi menggunakan robot juga dinilai sebagai tindakan yang tepat dalam mengetahui kondisi terakhir di dalam rumah. Selain itu, dengan waktu yang lama tersebut, target dibuat kelelahan hingga tak mampu lagi untuk melawan.

"Bisa saja polisi juga menunggu titik lelah si pelaku yang ada di dalam rumah," tutupnya.

(mad/amd)

Tidak ada komentar: