Sabtu, 15 Agustus 2009

Rabu, 12/08/2009 23:58 WIB
Spanduk Sambutan di Rumah Air dan Eko Dilepas Polisi
Muchus Budi R. - detikNews

Spanduk Air dan Eko
Solo - Spanduk ucapan selamat datang bagi jenazah Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono, Rabu (12/8/2009) malam telah tidak lagi terpasang. Spanduk di sebelah rumah Eko dilepas oleh polisi, sedangkan spanduk yang dipasang persis di emperan rumah Air dilepas oleh keluarga.

Pelepasan spanduk tersebut sempat menimbulkan ketegangan. Sejumlah pemuda yang datang dari organisasi kelaskaran di Solo keberatan dengan ulah polisi tersebut. Apalagi, menurut mereka, pelepasan spanduk itu secara diam-diam tanpa meminta izin kepada yang memasangnya.

Karena kejadian itu, mereka langsung menjaga beberapa ujung gang yang mengakses ke rumah Eko yang berada di dalam perkampungan. Bahkan mereka juga menutup beberapa ruas dengan dijaga ketat. Namun mereka tetap memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk keluar masuk.

Di rumah Air, spanduk serupa justru dilepas oleh keluarga. Sejak siang spanduk tersebut telah dipasang persis di emperan rumah Air. Spanduk berwarna hitam tersebut berbunyi: 'Selamat datang pahlawan Islam Asy-syahid: Air Setiawan - Eko Joko Sarjono. (Jihad Still Continue)'.

Periksa Ketat Wartawan


Niatan mereka untuk melarang TVOne meliput di kedua rumah duka, membuat mereka memeriksa ketat para wartawan yang meliput. Bahkan hanya untuk melihat persiapan di rumah duka, para wartawan harus mengumpulkan kartu identitas dari media masing-masing.

Selain itu mereka juga dikawal untuk mengambil gambar di kedua rumah yang dipisahkan oleh perkampungan padat dan jalan besar tersebut. Para pemuda ini terus mengingatkan bahwa wartawan TVOne dilarang ikut bergabung bersama wartawan lain yang mengambil gambar.

"Kami mohon maaf, karena memang keluarga tidak mengizinkan TVOne meliput sehingga kami harus mengatakan apa yang dimaui oleh keluarga," ujar Achmad Sigit, salah seorang anggota laskar yang bertugas 'mengurusi' wartawan. (mbr/nwk)

Tidak ada komentar: