Rabu, 29 Juli 2009

Manohara Gugat Cerai dan Sewa Pengacara di Malaysia

Daisy Bantah Suruh Pembantu Minum Air Kencing
Kamis, 30 Juli 2009 - 10:35 wib TEXT SIZE : Johan Sompotan - Okezone
(foto: Eko Purwanto/koran SI) JAKARTA - Daisy Fajarina, ibunda Manohara, membantah menyuruh eks pembantunya Shaliha untuk meminum air kencing. Dia justru menganggap Shaliha sudah seperti anaknya sendiri.

"Itu hanya halusinasi dia. Masalah visum pun bisa dibuat kapan saja. Gak mungkin saya buat seperti itu," kata Daisy saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Mengenai 9 tahun tidak digaji, Daisy mengaku tidak pernah menganggap Shaliha sebagai pembantu. Bahkan, dia menganggap Shaliha seperti anak. "Saat mau disekolahkan di Prancis, dia malah tak mau sekolah," katanya.

Melihat pengaduan Shaliha, Daisy merasa dikhianati oleh orang yang sudah dianggapnya seperti anak. "Saya luka banget. Ini mungkin sudah takdir tante," katanya.

Kuasa hukum Daisy, Farhat Abbas mengaku belum mau menanggapi pengaduan yang dilakukan Shaliha ke polisi. Dia mengaku akan fokus terlebih dahulu, menghadapi siding perdana perceraian Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry.

(uky)
Celebrity - Hotnews


Manohara: Siapa Sih yang Tidak Suka Dugem?
Kamis, 30 Juli 2009 - 09:13 wib TEXT SIZE : Johan Sompotan - Okezone
(Foto: Johan Sompotan/okezone). JAKARTA - Pemain sinetron Manohara Odelia Pinot tidak membantah foto dirinya yang sedang berada di tempat dugem bersama ibunya, kakaknya, dan beberapa temannya. Tapi dia menampik suka minum minuman keras.

"Siapa sih yang enggak suka dugem. Buat Mano sih itu biasa saja. Banyak orang lain seperti itu. Mungkin saya sedang disorot, itulah kehidupan," kata Mano saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Meski begitu, Manohara mengaku tidak minum-minuman keras saat foto itu diambil, yaitu di hari ulang tahun ibunya di Kemang, 20 Desember 2008 lalu.

Dalam kesempatan itu, Manohara juga membantah jika ada pemain film Dian Sastro ikut dalam pesta tersebut. "Gak ada Dian Sastro. Mungkin itu kerjaan orang iseng," kilahnya.

Mengenai ibunda Manohara yang saat itu tidak mengenakan jilbab, Daisy menjelaskan bahwa dirinya memang pernah membuka jilbab dan dia tidak pernah mempermasalahkan hal itu. "Memang kenapa? Jangan dipikirkan segala sesuatu dengan negatif," katanya.

Mano menambahkan, ibunya belum lama pergi umrah bersama dirinya dan keluarga Kelantan. "(saat itu) diputuskan pakai jilbab. Yang penting kan moralnya," ujarnya.

(uky)
Ibunda Manohara Pergoki Suaminya Perkosa Shaliha
Kamis, 30 Juli 2009 - 09:10 wib TEXT SIZE : Johan Sompotan - Okezone
(foto: Yulianto/ Koran SI) JAKARTA - Ibunda Manohara, Daisy Fajarina mengakui suaminya, Pinoet pernah memperkosa Shaliha Lanti saat berada di Prancis. Bahkan, dia mengaku melihat perbuatan bejat tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Daisy Fajarina saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

"Saat melihat mereka melakukan maksiat, saya malah mundur, takut dia (Shaliha) trauma. Saya pura-pura menggil dia (Shaliha). Akhinya dia keluar kamar. Dia memeluk saya sembari menangis dan saya pun ikut menangis. Saya bilang Bapak, kamu harus tanggung jawab kalau suka sama suka," paparnya.

Kemudian, Daisy pun memberikan waktu kepada suaminya dan Shaliha untuk berpikir bagaimana tindakan selanjutnya. Dia pun kembali ke Indonesia. "Setelah tiga hari saya melihat Shaliha histeris," katanya.

Selanjutnya, Pengadilan Prancis pun menjatuhi hukuman 30 ribu euro dan penjara 4 bulan kepada suaminya. Daisy pun dijatuhi hukuman 18 bulan.

Daisy beralasan hukuman tersebut dijatuhkan kepadanya karena dia tidak melakukan pembelaan diri. "Saya tidak melakukan apapun," tegasnya.

(uky)
Bikin Film Tandingan, Sutradara Belum Ketemu Manohara
Kamis, 30 Juli 2009 - 09:09 wib TEXT SIZE : Elang Riki Yanuar - Okezone
(Foto: Johan Sompotan/okezone) JAKARTA - Sutradara sekaligus penulis skenario Prahara Cinta Sang Pangeran, Kardy Sayid mengaku belum ketemu Manohara Odelia Pinot, istri Pangeran Tengku Muhammad Fakhry.

Padahal skenario yang da garap menceritakan tentang kisah cinta Fakhry dengan model Indonesia tersebut.

"Tugas kami memang harus bertemu Manohara," ujar Kardy kepada wartawan saat jumpa pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Tapi belum-belum Kardy sudah berburuk sangka terhadap Manohara yang diduga akan menolak lantaran film yang dia garap lebih banyak menceritakan dari sisi Fakhry.

"Tapi kalau Manohara menolak dan kalau belum apa-apa dia sudah meminta royalti, kami tidak bisa berbuat banyak," kata dia.(nov)
(uky)
Film Tandingan Manohara Tayang di 4 Negara
Rabu, 29 Juli 2009 - 16:56 wib TEXT SIZE : Elang Riki Yanuar - Okezone
(Foto: Johan Sompotan/okezone) JAKARTA - Tak tanggung-tanggung, film tandingan Manohara yang berjudul Prahara Cinta Sang Pangeran akan ditayangkan di empat negara serumpun, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

"Kami inginnya 7 Desember sudah tayang bertepatan dengan tahun baru hijriyah. Film ini akan tayang di empat negara yang kebetulan memiliki kultur sama," kata penulis skenario merangkap sutradara, Kardy Sayid, saat jumpa pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Kalau tidak bisa tayang pada 7 Desember, film yang diproduseri oleh Sultan Saladin ini akan ditayangkan bertepatan dengan perayaan Hari Valentine 14 Februari 2010. "Tetapi kita berharap tayangnya 2009," tukasnya.

Film yang berlatar belakang cerita percintaan Tengku Fakhry dengan Manohara ini akan mulai syuting setelah lebaran. "Agustus mulai merampungkan seluruh skenario, kru, casting, hunting dana, dan tempat, biar melihat masalah ini lebih dalam," papar Kardy.

Lebih lanjut produser Sultan Saladin menambahkan, dia tidak ingin casting dikebut selama dua minggu. Mengenai aktor yang akan memerankan Tengku Fakhry, sudah ada aktor Malaysia yang akan memerankannya tanpa melalui casting.

"Kalau pemeran Manohara harus casting. Kalau saya ingin wanit yang tidak begitu jauhlah, misalnya Cinta Laura, karena dia blasteran," ungkap Sultan.

Selain itu, kata dia, pemeran yang punya nama lebih mudah untuk mendukung film ini. "Itu kalau dari saya, tapi enggak tahu sutradaranya. Kita berusaha seobjektif mungkin dalam film ini," tandas Sultan.(nov) (uky)

Film Tandingan Manohara Dibantu Tengku Fakhry
Rabu, 29 Juli 2009 - 15:23 wib TEXT SIZE : Elang Riki Yanuar - Okezone
(Foto: Blog) JAKARTA - Dalam waktu dekat, cerita tandingan Manohara akan mulai digarap dalam sebuah layar lebar. Film berjudul Prahara Cinta Sang Pangeran ini kabarnya mendapat bantuan dari suami Manohara, Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry.

Mengapa film ini baru muncul setelah cerita Manohara ditayangkan di layar kaca? Menurut penulis skenario yang juga strudara film tersebut, Kardy Sayid, saat ini adalah momentum yang tepat lantaran kasus Manohara masih menjadi perbincangan hangat di infotaiment.

"Kita jujur saat ini momen yang tepat. Sebagai orang film tentu kita juga tidak mau rugi. Jadi memang kita kejar momentum Manohara yang sedang marak saat ini," kata dia saat menggelar konferensi pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Sebagai tandingan cerita Manohara, Kardy menegaskan ide asli film ini adalah dari Indonesia. Akibat menggali cerita dari sisi yang berbeda, dia mengakui kesulitan mencari investor untuk membiayai pembuatan film ini.

"Kita kesulitan mencari investor. Mereka tidak berani berinvestasi di film ini karena takut nanti dibilang tidak nasionalis," kata Kardy.

Apakah ada bantuan dari Tengku Fakhry dalam penggarapan film ini? Diakui penulis skenario, dirinya memang sengaja datang ke Kelantan, Malaysia, untuk bertemu suami Manohara tersebut.

"Kami datang ke Malaysia pada 12-14 Juli kemarin dan bertemu dengan Tengku Fakhry. Dia kaget dan bilang ke kita bahwa sedetikpun dia tidak terpikir untuk dibuatkan film," papar Kardy.

Lebih lanjut ditambahkannya, Tengku Fakhry memberikan dukungan dengan mengizinkan fasilitas yang dimiliknya untuk digunakan untuk penggarapan film ini.

"Semua boleh. Tapi yang perlu dicatat, dukungan dia bukan berupa Ringgit. Nanti kalau dukungannya berupa uang, film ini akan dibilang untuk kepentingan dia dan dia tidak mau itu," tegas Kardy.(nov)
(uky)
Tidak Aman, Manohara Tak Mau Hadiri Sidang Cerai di Malaysia
Rabu, 29 Juli 2009 - 14:30 wib TEXT SIZE : Johan Sompotan - Okezone
(foto: Heru Haryono/okezone) JAKARTA - Manohara Odelia Pinot mengaku tidak ingin menghadiri sidang perdana perceraiannya dengan Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry di Kelantan, Malaysia 2 Agustus mendatang.

"Mano tidak ke sana, karena sudah ada kuasa hukum Mano. Semua sudah saya serahkan," kata Manohara dalam jumpa persnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Selain itu, Mano mengaku tidak bisa berangkat ke Malaysia karena banyak pekerjaannya di Indonesia yang tidak dapat dia tinggalkan.

Meski begitu, Mano mengaku siap untuk hadir di pengadilan, jika memang seandainya dia dibutuhkan untuk datang. "Mano akan datang. Mano akan ke sana, tapi Mano akan melihat keamanan dulu, agar tidak terulang," katanya.

Diketahui, Muhammad Fakhry menggugat Manohara ke Pengadilan Rendah dan Pengadilan Tinggi Malaysia. Di Pengadilan Rendah, sebagai suami Fakhry meminta Manohara pulang.

Sedangkan di pengadilan tinggi, Fakhry menuntut Rp300 miliar dan Rp3 miliar sebagai pengganti biaya perkawinannya.

Kemudian Manohara mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Syariah di Malaysia. Rencananya sidang perdananya akan digelar 2 Agustus mendatang.

(uky)

Gugat Cerai Fakhry, Manohara Sewa Pengacara Malaysia
Rabu, 29 Juli 2009 - 14:27 wib TEXT SIZE : Johan Sompotan - Okezone
(foto: Heru Haryono/okezone) JAKARTA - Manohara Odelia Pinot menggugat cerai suaminya Tengku Muhammad Fakhry ke Pengadilan Syariah di Malaysia. Dia pun menyewa pengacara dari negeri jiran tersebut.

"Mano ingin lepas, apalagi pernikahan Mano tak ada di sini dan tidak diakui. Makanya kita butuh kuasa hukum di sini dan Malaysia," aku Daisy, ibunda Manohara saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Dalam jumpa pers tersebut, Daisy dan Manohara juga didampingi pengacara dari Indonesia Farhat Abbas dan dua pengacara dari Malaysia, Kharul Nizam dan Abdullah Anwar Shahri.

"Kami wakil pengacara syariah dari klien kami Manohara akan membawa kasus agama di Pengadilan Syariah atas yang sudah diajukan oleh Fakhry di Pengadilan Rendah dan Pengadilan Tinggi," ungkapnya.

Di Pengadilan Rendah, sebagai suami Fakhry meminta agar Manohara segera pulang ke Kelantan. Sedangkan di Pengadilan Tinggi, Manohara menuntut ganti rugi materil dan immaterial Rp300 miliar dan Rp3 miliar, atas biaya pernikahan.

(uky)
Ibunda Manohara Lari dari Hukuman di Prancis
Jum'at, 24 Juli 2009 - 14:17 wib TEXT SIZE : Elang Riki Yanuar - Okezone
Daisy Fajarina (Foto:Eko Purwanto/Koran SI) JAKARTA - Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, dituding mantan pembantunya, Shaliha Lanti, telah melarikan diri dari jerat hukuman di Prancis.

Menurut pengacara Shaliha, Fredrik J Pinakunary, Pengadilan Negeri Grasse di Prancis telah menjatuhkan hukuman kepada Reiner Noack Pinot selama empat bulan atas tuduhan melakukan penyerangan seksual terhadap Shaliha. Pinot telah menjalani hukuman itu.

Dalam putusan No 1251/08SM tertanggal 21 April 2008 dengan hakim ketua Mr Joando, Daisy dijatuhi hukuman 18 bulan karena tidak memberi imbalan atas pekerjaan kepada orang yang lemah, dalam hal ini Shaliha.

Selain itu Daisy juga menyebabkan orang dalam keadaan lemah atau tergantung dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan harkat martabat manusia.

"Mereka dikenai ganti rugi sebesar 15.000 Euro ditambah biaya perkara 1.000 Euro. Tapi Daisy saat sidang sudah keburu kabur," jelas Fredrik dalam jumpa pers di Restoran Sari Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).

Shaliha tidak puas karena Daisy belum menjalani hukuman. Oleh karena itu dia datang ke Indonesia mengejar Daisy.

"Kami akan mengupayakan tindak pidana penganiayaan kepada Shaliha oleh Daisy. Jadi pidananya saja dulu, perdatanya akan kami urus nanti. Yang penting kami berusaha agar Daisy dipenjarakan karena tindakannya terhadap Shaliha atau Daisy harus menjalani hukuman di Prancis. Bahkan kita juga bisa saja mengupayakan ekstradisi," tandasnya. (ang)

Tidak ada komentar: